kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Pandu Sjahrir Buka Suara Terkait Supra Sekuritas


Kamis, 29 Oktober 2026 / 16:23 WIB
Pandu Sjahrir Buka Suara Terkait Supra Sekuritas
Dok.


Reporter: Nur Cholis | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Pandu Sjahrir meluruskan informasi terkait pemberitaan Bloomberg mengenai kepemilikan sahamnya secara tidak langsung di PT Supra Sekuritas Indonesia. Perusahaan efek tersebut diketahui baru saja menerima sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan tegas, Pandu menjelaskan dirinya tidak menampik adanya kepemilikan saham di Supra Sekuritas. Kendati demikian, ia menuturkan posisinya di perusahaan tersebut murni sebagai pemegang saham minoritas dan pasif, tanpa adanya keterlibatan dalam kegiatan operasional.

Selama kiprahnya belasan tahun di industri modal ventura dan puluhan tahun di dunia investasi, Pandu telah menempatkan dana di berbagai sektor mulai dari perusahaan rintisan (startup), media, teknologi, hingga jasa keuangan. Dari investasi tersebut, posisi Pandu hanya sebagai pemegang saham minoritas yang tidak aktif mengurus perusahaan.

"Per hari ini, saya telah berinvestasi di sejumlah perusahaan semenjak puluhan tahun lalu, baik secara langsung atau pun tidak langsung. Dari jumlah tersebut, kebanyakan saya hanya menjadi pemegang saham minoritas dan pasif," kata Pandu pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tidak ikut dalam manajemen harian maupun pengambilan keputusan di Supra Sekuritas. "Tak terlibat di operasional harian, tidak terlibat di jajaran direksi maupun komisaris, tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Termasuk di Supra Sekuritas yang menjadi bahasan Bloomberg," ujarnya.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, Pandu mengibaratkan posisinya layaknya investor di perusahaan publik, di mana memiliki saham sebuah bank tidak lantas menjadikan pemegangnya secara otomatis sebagai bagian dari manajemen pengelola. "Sederhananya: setiap orang bisa saja memiliki saham sebuah bank, bukan artinya ia menjadi bagian dari manajemennya," imbuh Pandu.

Sebagai informasi, pemberitaan Bloomberg sebelumnya memang menyinggung keterkaitan Pandu dengan Supra Sekuritas melalui perusahaan bernama Asha. Namun, laporan tersebut juga secara eksplisit menyatakan bahwa tidak ada indikasi Pandu mengambil keuntungan maupun mengetahui aktivitas perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas tersebut. Porsi kepemilikan Pandu di sana juga disebut sebagai bagian yang relatif sangat kecil dari total portofolio bisnisnya.

Terkait temuan tersebut, Pandu meminta agar status kepemilikan saham dibedakan dengan tanggung jawab atas tindakan korporasi. Persoalan tersebut mutlak menjadi ranah perusahaan untuk diselesaikan melalui mekanisme regulasi yang berlaku.

Selain itu, Pandu tetap mendukung langkah OJK dan otoritas terkait dalam menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran di pasar modal tanpa pandang bulu. Hal tersebut sejalan dengan komitmennya terhadap perbaikan iklim investasi di Indonesia, khususnya terkait pentingnya transparansi dan tata kelola yang baik demi menjaga kepercayaan investor.

“Saya dukung OJK dan otoritas terkait menjatuhkan sanksi ke semua yang terlibat dalam praktik-praktik tidak benar di pasar modal kita, tanpa terkecuali. Oleh sebab itu komitmen saya tetap sama: dukung terus transparansi, tata kelola, dan kepercayaan investor di pasar modal," kata Pandu.

Pandu pun mengapresiasi fungsi kontrol dari media massa, sembari berharap publik dapat memandang kabar ini secara utuh agar tidak terjadi misinformasi. "Saya mengapresiasi sikap kritis media. Di waktu yang sama, kita juga perlu memahami suatu isu dengan lebih utuh serta komprehensif," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×