kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Laba Graha Layar (BLTZ) Anjlok 96,8% Jadi Rp 917 Juta hingga Kuartal III-2026


Kamis, 29 Oktober 2026 / 17:17 WIB
Laba Graha Layar (BLTZ) Anjlok 96,8% Jadi Rp 917 Juta hingga Kuartal III-2026
ILUSTRASI. BIOSKOP CGV KEMBALI BUKA (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), pengelola jaringan bioskop CGV, membukukan laba bersih sebesar Rp 917,1 juta hingga kuartal III-2026. Angka tersebut anjlok 96,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 28,7 miliar.

Penurunan laba tersebut sejalan dengan melemahnya pendapatan perusahaan. Hingga September 2026, BLTZ mencatatkan pendapatan sebesar Rp 811,5 miliar, turun 12% dibandingkan Rp 922,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan segmen usaha, bioskop masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp 485,8 miliar. Namun, pendapatan dari segmen ini mengalami penurunan. Segmen makanan dan minuman juga mencatatkan pelemahan dengan pendapatan sebesar Rp 262,1 miliar.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Malah Melemah

Di tengah tekanan tersebut, segmen acara dan iklan menjadi satu-satunya lini usaha yang mencatatkan pertumbuhan. Pendapatan dari segmen ini meningkat menjadi Rp 63,5 miliar dari sebelumnya Rp 52,7 miliar.

Dari sisi biaya, BLTZ telah melakukan efisiensi pada sejumlah pos pengeluaran. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 259,9 miliar, sedangkan biaya keuangan turun menjadi Rp 71,6 miliar. Meski demikian, penurunan beban tersebut belum mampu mengimbangi tekanan pendapatan sehingga laba bersih perusahaan merosot tajam.

Tim analis BNI Danareksa Sekuritas menyebut, pelemahan kinerja BLTZ terjadi di tengah tekanan pendapatan meskipun perusahaan telah melakukan efisiensi biaya.

“Beban penjualan, administrasi, dan bunga semuanya turun, tetapi pelemahan pendapatan masih menekan laba perseroan,” tulis tim analis BNI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Kamis (29/10/2026).

Segmen acara dan iklan menjadi salah satu lini usaha yang berpotensi menopang kinerja perusahaan apabila bisnis bioskop masih menghadapi tekanan.

Dari sisi neraca, total liabilitas BLTZ turun 14,29% menjadi Rp 1,2 triliun. Sementara itu, total ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 451 miliar.

Di pasar saham, harga BLTZ ditutup melemah 1,59% atau turun 50 poin ke level Rp 3.090 pada perdagangan Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Kinerja Emiten Grup Astra Beragam hingga Kuartal III-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya

Ke depan, kinerja BLTZ masih akan bergantung pada pemulihan pendapatan dari bisnis bioskop dan makanan minuman. Pertumbuhan segmen acara dan iklan dapat menjadi salah satu penopang pendapatan di tengah pelemahan kinerja perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×