kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.914   14,00   0,08%
  • IDX 6.330   -10,14   -0,16%
  • KOMPAS100 835   -4,57   -0,54%
  • LQ45 632   -4,95   -0,78%
  • ISSI 218   -0,24   -0,11%
  • IDX30 356   -2,51   -0,70%
  • IDXHIDIV20 441   -2,94   -0,66%
  • IDX80 95   -0,58   -0,60%
  • IDXV30 119   -0,18   -0,15%
  • IDXQ30 114   -0,88   -0,76%

Pakuwon raup marketing sales Rp 2,3 triliun


Minggu, 13 September 2015 / 14:27 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Beratnya tantangan di sektor properti tahun ini tampaknya tak menjadi kendala bagi PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Lihat saja, di tengah lesunya penjualan properti, Pakuwon justru mampu merealisasi 68,5% target marketing sales selama delapan bulan pertama.

Minarto Basuki, Direktur Keuangan PWON mengatakan, hingga Agustus 2015 perseroan telah mencetak marketing sales atau prapenjualan sebesar Rp 2,33 triliun atau setara dengan 68,5% dari target yang dipatok perseroan tahun ini yakni Rp 3,4 triliun.

Kendati penjualan cukup moncer, PWON belum memiliki rencana untuk mengerek target. "Belum ada rencana," ujar MInarto pada kONTAN, Jumat (11/9).

Adapun rincian marketing sales tersebut masih didominasi oleh penjualan landed house atau rumah tampak dengan dengan kontribusi sebesar 52% atau senilai Rp 1,21 triliun. Sedangkan 48% sisanya atau Rp 1,12 triliun bersumber dari proyek high rise.

Minarto mengatakan, meski secara nilai proyek landed house masih mendominasi marketing sales selama delapan bulan pertama bukan lantas pasar high rise perseroan tahun ini tengah lesu.

Dia menjelaskan, harga properti landed house yang dijual PWON yang berada di Grand Pakuwon Surabaya dibanderol dengan harga di atas Rp 1 miliar. Sementara produks high rise masih yang yang dijual di bawah harga Rp 1 miliar. Sehingga dari sisi jumlah costumer, jumlah pembeli produk high rise masih lebih banyak dibanding landed house.

Lebih lanjut, Minarto menyampaikan, tahun ini pengembang yang fokus ekspansi di Jakarta dan Surabaya ini tidak menargetkan penjualan secara segmented.

Perseroan tidak menargetkan penjualan segmen landed house harus lebih besar dari high rise. Pasalnya, penjualan proyek-proyek yang dimiliki PWON cukup fleksibel tergantung pada faktor timing, lokasi, harga dan kompetitor.

Tahun ini, PWON tidak memiliki rencana mengembangkan proyek baru. Perseroan lebih fokus membidik marketing sales dari pengembangan proyek-proyek esksisting seperti Tunjungan Plaza (TP) 5 dan TP 6, perluasan Supermall Pakuwon, perumahan granda Pakuwon dan pengembangan Grand Pakuwon city serta kota casablanca II.

Minarto mengatakan mall TP 5 direncanakan sudah bisa beroperasi di kuartal III ini, sedangkan TP 6 masih dalam progress kontruksi. Sementara di kota casablanca, perseroan baru-baru ini telah menandatangani kerjasama pembangunan apartemen casa grande II dengan pengembang asal Korea Lotte Totalindo.

Proyek casa grande II ini terdiri dari tiga tower apartemen dengan total unit mencapai 1.200. Dua tower telah dipasarkan yakni tower Angelo dan Bellla dengan progress penjualan masing-masing 64% dan 58%. Sementara pemasaran tower Chianti baru dalam tahap pra-launch. Investasi untuk ketiga unit apartemen ini ditaksir mencapai Rp 2 triliun.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×