Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi. Meski harga sahamnya sempat terkoreksi sepanjang 2025, analis menilai tekanan tersebut lebih dipicu sentimen dan faktor likuiditas, bukan pelemahan kinerja operasional.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai koreksi saham PEHA lebih disebabkan terbatasnya likuiditas perdagangan serta sentimen negatif dari isu restrukturisasi holding BUMN farmasi.
“Koreksinya lebih karena likuiditas saham yang terbatas dan sentimen dari isu restrukturisasi holding BUMN farmasi, bukan faktor fundamental,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (2/2/2026).
Dari sisi bisnis, segmen obat bermerek baik etikal maupun OTC menjadi motor utama perbaikan profitabilitas perseroan. Menurut Wafi, produk branded memiliki margin yang lebih tinggi dibanding obat generik sehingga membuat laba lebih stabil.
Baca Juga: Phapros (PEHA) Raih Kinerja Apik per Kuartal III-2025, Ini Strateginya
“Perannya penting untuk menjaga margin. Produk branded punya margin lebih tinggi dari generik, jadi labanya bisa lebih stabil,” katanya.
Momentum musiman Ramadan juga dinilai berpotensi menjadi katalis jangka pendek bagi kinerja PEHA. Secara historis, peningkatan aktivitas perjalanan dan konsumsi kesehatan mendorong lonjakan penjualan produk farmasi.
“Secara historis Ramadan jadi katalis kuat karena kenaikan aktivitas perjalanan mendorong penjualan obat PEHA,” tambah Wafi.
Dari sisi kinerja, pendapatan PEHA tumbuh 19,5% menjadi Rp683,6 miliar per September 2025, sekaligus berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba bersih. Perbaikan ini mencerminkan mulai solidnya transformasi portofolio produk perseroan.
Terkait tekanan biaya bahan baku, Wafi menilai PEHA relatif resilien. Strategi fokus pada produk herbal dengan tingkat kandungan dalam negeri tinggi serta penyesuaian harga produk non-generik menjadi kunci mitigasi tekanan margin.
Baca Juga: Phapros (PEHA) Bidik Pertumbuhan Moderat di 2025, Begini Strateginya
“Cukup resilien karena fokus ke produk herbal dengan TKDN tinggi dan penyesuaian harga jual produk non-generik,” ujarnya.
Sejalan dengan perbaikan fundamental tersebut, Wafi merekomendasikan saham PEHA dengan rating buy dan target harga Rp360 per saham.
Sementara itu, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand menilai gap antara kinerja keuangan dan pergerakan saham PEHA masih dipengaruhi kehati-hatian investor terhadap konsistensi laba dan visibilitas pertumbuhan jangka panjang.
“Meski pendapatan tumbuh kuat dan PEHA berhasil berbalik laba, pasar masih menunggu konsistensi kinerja yang lebih solid sebelum rerating penuh terjadi,” jelas Abida.
Dengan prospek pertumbuhan segmen bermerek dan efisiensi yang mulai terlihat, Abida memandang kinerja PEHA pada 2026 tetap positif, meski dengan pendekatan valuasi yang lebih konservatif. Ia memasang target harga Rp320 per saham.
Baca Juga: Rencana Merger BUMN Farmasi Bisa Jadi Katalis untuk INAF, KAEF dan PEHA
Selanjutnya: IHSG Bergejolak: Emas, SBN Ritel, dan Reksadana Bisa Jadi Pilihan Aset Safe Haven
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 4 Februari 2026, Peluang Banyak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












