kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.785   -33,00   -0,20%
  • IDX 8.070   147,69   1,86%
  • KOMPAS100 1.130   22,09   1,99%
  • LQ45 819   13,20   1,64%
  • ISSI 287   8,28   2,97%
  • IDX30 428   6,73   1,60%
  • IDXHIDIV20 512   6,78   1,34%
  • IDX80 126   2,46   1,99%
  • IDXV30 140   4,32   3,19%
  • IDXQ30 139   1,29   0,94%

Merdeka Battery Materials (MBMA) Cetak Kenaikan Produksi Bijih Nikel pada 2025


Selasa, 03 Februari 2026 / 12:43 WIB
Merdeka Battery Materials (MBMA) Cetak Kenaikan Produksi Bijih Nikel pada 2025
ILUSTRASI. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat produksi Nickel Pig Iron (NPI) mencapai 73.871 ton nikel pada 2025. (DOK/MBMA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan laporan kegiatan usaha untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. MBMA mencatat pendapatan tidak diaudit sekitar US$ 1,4 miliar pada 2025 yang mencerminkan ketahanan kinerja keuangan di tengah pelemahan harga nikel sekaligus didukung oleh volume produksi yang lebih tinggi, peningkatan produktivitas, dan peningkatan integrasi hilir.

Dari sisi operasional, tambang nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mencatat produksi 7 juta wet metric tonnes (wmt) bijih saprolit atau melonjak 42% year on year (yoy) dan 14,7 juta wmt  bijih limonit atau menanjak 45% yoy sepanjang tahun buku 2025. Kinerja ini didorong oleh peningkatan produktivitas penambangan, perluasan kapasitas armada, serta optimalisasi logistik.

Meskipun terjadi peningkatan royalti dan biaya bahan bakar terkait kebijakan B40, biaya tetap terkendali dengan baik berkat produktivitas yang lebih kuat dan volume produksi yang lebih tinggi. Operasi limonit terus menghasilkan margin yang stabil, mencerminkan efisiensi operasional dan manfaat skala.

Baca Juga: Kinerja Merdeka Battery (MBMA) Dipengaruhi Harga Nikel, Cek Rekomendasi Sahamnya

Produksi Nickel Pig Iron (NPI) MBMA mencapai 73.871 ton nikel sepanjang tahun buku 2025 atau sesuai dengan panduan, meskipun terdapat pemeliharaan tungku yang telah direncanakan. Margin pun meningkat secara tahunan, didukung oleh biaya  yang lebih rendah dan peningkatan pasokan bijih internal.

MBMA melanjutkan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) pada Oktober 2025 setelah memperoleh perjanjian off take yang ekonomis dengan total produksi 19.998 ton sepanjang 2025.

Meskipun volume produksi lebih rendah secara tahunan, peningkatan efisiensi biaya menghasilkan pemulihan margin yang signifikan pada 2025.

MBMA juga terus memajukan strategi integrasi hilirnya. Melalui PT ESG New Energy Material (ESG), MBMA memproduksi 7.177 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pada kuartal IV-2025. Hal ini didukung oleh dimulainya operasi Feed Preparation Plant serta pipa slurry dari tambang SCM.

PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC), sebagai proyek HPAL MBMA dengan kapasitas target 90.000 ton per tahun MHP, telah mencapai 83% penyelesaian dengan commissioning jalur pertama ditargetkan pada paruh kedua tahun 2026.

Baca Juga: Terapkan Strategi Produksi Berbiaya Rendah, Begini Rekomendasi Saham MBMA

Pabrik AIM yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) telah berjalan stabil dengan proses commissioning berkelanjutan untuk fasilitas klorida dan pabrik katoda tembaga, termasuk keberhasilan produksi 321 ton pelat katoda berkualitas LME. Perkembangan ini semakin memperkuat posisi MBMA sebagai pemasok terintegrasi penuh dalam rantai pasok material baterai global.

Untuk ke depannya, MBMA berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan pada 2026. Hal ini didukung oleh peningkatan pengiriman bijih, percepatan hilirisasi, serta integrasi vertikal yang lebih kuat.

Pada 2026, MBMA menargetkan pengiriman bijih saprolit berada pada kisaran 8 juta–10 juta wmt, dengan penjualan bijih limonit sebesar 20 juta–25 juta wmt (tergantung persetujuan RKAB). Sementara itu, produksi NPI ditargetkan sebesar 70.000–80.000 ton pada 2026 yang mencerminkan jadwal pemeliharaan CSI.

MBMA juga menargetkan produksi HGNM sebesar 44.000–48.000 ton dan produksi MHP dari ESG berada di kisaran 27.000–30.000 ton pada 2026.

Direktur Utama Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Oetomo menyatakan, sepanjang 2025 MBMA menunjukkan eksekusi yang disiplin di seluruh proyek penambangan, pengolahan, dan pengembangan hilir perusahaan.

Baca Juga: Merdeka Battery (MBMA) Ubah Perjanjian Pembiayaan Senilai US$ 108,51 Juta

"Pada kuartal IV, kami mencatat kinerja operasional yang kuat sekaligus memajukan infrastruktur utama dan pengembangan HPAL yang akan mendorong fase pertumbuhan berikutnya," ujar dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Selasa (3/2/2026).

Pencapaian ini mencerminkan komitmen MBMA dalam membangun rantai nilai bahan baku baterai yang tangguh, terintegrasi, dan bertanggung jawab untuk mendukung peran strategis Indonesia dalam transisi energi global serta memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Selanjutnya: DEN Sebut Ketikdakpastian Global Kembali Melonjak di Awal 2026

Menarik Dibaca: Fitur Canggih Vivo X200T: Android 16 dan AI Bikin Hidup Mudah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×