kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Nasdaq turun dalam empat hari, Dow Jones masih melaju


Jumat, 23 Februari 2018 / 06:12 WIB
Nasdaq turun dalam empat hari, Dow Jones masih melaju
ILUSTRASI. Bursa AS


Sumber: CNBC | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Amerika Serikat (AS) bergerak mixed pada perdagangan Kamis (22/2). Dini hari tadi, Nasdaq Composite turun 0,11% ke 7.210,09. Ini adalah penurunan hari keempat Nasdaq dan merupakan penurunan berturut-turut terlama sejak November 2016.

Dow Jones Industrial Average masih menguat 0,66% ke 24.962,48. Indeks S&P 500 pun masih naik tipis 0,10% ke 2.703,96. Kedua indeks ini naik setelah dua hari turun.

Terry Sandven, chief equity strategist US Bank Wealth Management mengatakan, kondisi makro ekonomi masih positif untuk bursa saham. "Tapi pasar perlu rilis ekonomi kembali untuk mengukur seberapa besar inflasi di pasar," kata dia kepada CNBC.

Notulen rapat Federal Reserve pada bulan Januari yang dirilis kemarin menyebabkan imbal hasil US treasury naik ke level tertinggi dalam empt tahun terakhir. Yield surat utang acuan US treasury bertenor 10 tahun mencapai 2,92% pada penutupan pasar.

Steve Blitz, chief US economist TS Lombard mengatakan, notulen rapat menunjukkan bahwa pentingnya inflasi lebih besar ketimbang pernyataan FOMC selama ini. "Notulen menunjukkan bahwa The Fed sangat besar kemungkinan tetap menaikkan suku bunga hingga empat kali tahun ini, masing-masing 25 basis point," kata dia.

Tim Courtney, chief investment officer Exencial Wealth Advisors mengatakan, kenaikan suku bunga yang pelan akan menyebabkan pasar saham lebih tenang. "Tapi kalau kenaikan cepat, pasar saham akan kembali ke fluktuasi tinggi," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×