Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia indeks global MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria arus informasi pasar (information flow) dalam kajian aksesibilitas pasar global 2026.
Langkah ini mencerminkan masih adanya perhatian terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia.
Dalam hasil Global Market Accessibility Review, MSCI menyatakan sejumlah kendala terkait keterbukaan data pasar masih memengaruhi kemampuan investor global dalam menilai kondisi sebenarnya dari saham-saham tercatat di Indonesia, khususnya terkait porsi saham beredar bebas (free float) dan pembentukan harga yang efisien.
MSCI menilai keterbatasan informasi mengenai struktur kepemilikan serta indikasi pola perdagangan yang terkoordinasi menjadi faktor yang mengurangi tingkat transparansi pasar.
Atas dasar itu, MSCI mengubah penilaian kriteria arus informasi Indonesia menjadi negatif.
Baca Juga: Alasan FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Secondary Emerging Market
Meski demikian, perubahan penilaian tersebut belum berarti Indonesia keluar dari kategori pasar berkembang (emerging market).
Indonesia masih berstatus sebagai emerging market dalam klasifikasi MSCI, namun menghadapi tantangan untuk mempertahankan daya tariknya di mata investor internasional.
Selain aspek transparansi, MSCI juga menyoroti kondisi pasar valuta asing sebagai salah satu hambatan bagi investor asing.
Lembaga tersebut menyebut pasar valuta asing luar negeri atau offshore currency market yang efisien belum tersedia, sementara pasar domestik masih menghadapi sejumlah pembatasan sehingga tingkat liberalisasi valuta asing Indonesia dinilai masih terbatas.
"Belum terdapat pasar valuta asing offshore yang efisien dan masih ada kendala pada pasar valuta asing domestik Indonesia," kata MSCI dalam laporan tersebut.
Sorotan MSCI terhadap pasar Indonesia sebelumnya telah muncul sejak Januari 2026 ketika lembaga tersebut memperingatkan adanya risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market apabila persoalan aksesibilitas dan transparansi tidak mengalami perbaikan.
Baca Juga: Ramai Isu Turun ke Frontier Market, BEI Yakin Indonesia Tetap di Emerging Market MSCI
Potensi perubahan status tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
MSCI memperkirakan risiko perpindahan dana dapat mencapai hingga US$ 13 miliar apabila Indonesia mengalami penurunan klasifikasi.
Namun, dalam kajian terbaru, MSCI belum mengambil langkah untuk mengubah status Indonesia.
Fokus utama saat ini berada pada perbaikan kualitas keterbukaan informasi, transparansi kepemilikan saham, serta peningkatan akses investor terhadap pasar keuangan domestik.
Baca Juga: Menanti Putusan MSCI, BI hingga S&P, Pasar Keuangan Indonesia Berpotensi Volatil
Pemerintah dan otoritas pasar modal Indonesia sebelumnya terus mendorong peningkatan tata kelola dan transparansi pasar untuk menjaga kepercayaan investor global serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar berkembang utama di kawasan. 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













