kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Pertahankan Indonesia Di Emerging Market 2026, MSCI Juga Beri Nilai Positif Ini


Jumat, 19 Juni 2026 / 06:12 WIB
Pertahankan Indonesia Di Emerging Market 2026, MSCI Juga Beri Nilai Positif Ini
ILUSTRASI. MSCI pertahanan status Indonesia di Emerging Market (MSCI/dok)


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market berdasarkan hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis pada Jumat (19/6/2026) WIB.

Keputusan tersebut sekaligus memastikan pasar modal Indonesia tidak mengalami penurunan status menjadi Frontier Market, yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi aliran investasi asing.

Berdasarkan laporan resmi MSCI, Indonesia memperoleh sejumlah penilaian positif pada aspek aksesibilitas pasar. Namun, lembaga penyedia indeks global tersebut juga masih memberikan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian regulator dan pelaku pasar.

Penilaian MSCI terhadap Pasar Modal Indonesia

1. Keterbukaan terhadap kepemilikan asing (Openness to Foreign Ownership)

Indonesia memperoleh nilai tertinggi atau "++" untuk:

- Persyaratan kualifikasi investor
- Batas kepemilikan asing (Foreign Ownership Limit/FOL)
- Ketersediaan foreign room

Sementara itu, indikator kesetaraan hak bagi investor asing (equal rights to foreign investors) memperoleh nilai "+" yang menunjukkan masih terdapat ruang untuk penyempurnaan.

Baca Juga: Cum Date Tiba, Saham Bir Bintang Hari Ini (18/6) Mengandung Dividen Rp 37.100/Lot

2. Kemudahan arus masuk dan keluar modal (Ease of Capital Inflows/Outflows)

Pada aspek ini, Indonesia mendapatkan nilai "++" untuk tingkat pembatasan arus modal (capital flow restriction level).

Namun, MSCI masih memberikan nilai "-" pada indikator liberalisasi pasar valuta asing (foreign exchange market liberalization level).

3. Efisiensi kerangka operasional (Efficiency of the Operational Framework)

Indonesia memperoleh nilai "++" untuk proses registrasi investor dan pembukaan rekening.

Pada aspek organisasi pasar, regulasi pasar (market regulations) juga memperoleh nilai "++". Sebaliknya, indikator arus informasi (information flow) masih mendapat nilai "-".

4. Infrastruktur Pasar (Market Infrastructure)

Dalam aspek ini, Indonesia memperoleh:

- Nilai "+" untuk sistem kliring dan penyelesaian transaksi (clearing and settlement).
- Nilai "++" untuk layanan kustodian (custody), registrasi dan penyimpanan efek (registry/depository), serta aktivitas perdagangan (trading).

Sementara itu, aspek transferabilitas saham (transferability), transaksi peminjaman saham (stock lending), dan short selling masing-masing memperoleh nilai "+".

Tonton: Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Terbongkar! Kejagung Tetapkan Tersangka Baru

5. Instrumen Investasi dan Stabilitas Kelembagaan

Indonesia memperoleh nilai "++" untuk ketersediaan instrumen investasi (availability of investment instruments).

Adapun stabilitas kerangka kelembagaan (stability of institutional framework) memperoleh nilai "+".

Bulgaria Masih Dalam Peninjauan

Dalam pengumuman yang sama, MSCI menyatakan Bulgaria belum dimasukkan dalam MSCI Global Market Accessibility Review 2026.

Informasi mengenai Bulgaria akan diumumkan pada 23 Juni 2026 bersamaan dengan MSCI 2026 Annual Market Classification Review. Saat ini Bulgaria masih menjalani proses peninjauan untuk kemungkinan kenaikan status dari Standalone Market menjadi Frontier Market.

Baca Juga: Awas Dividen Trap! Saham dengan Dividen Rp 20.998 Cum Date Hari Ini, Harga Naik 16%

Fungsi MSCI Global Market Accessibility Review

MSCI menjelaskan bahwa Global Market Accessibility Review bertujuan mengevaluasi tingkat aksesibilitas investasi di setiap pasar saham sekaligus memberikan masukan kepada regulator mengenai aspek yang masih perlu ditingkatkan agar memenuhi standar investor institusional global.

Penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria utama, yaitu:

- Keterbukaan terhadap kepemilikan asing.
- Kemudahan arus masuk dan keluar modal.
- Efisiensi kerangka operasional.
- Ketersediaan instrumen investasi.
- Stabilitas kerangka kelembagaan.

Kelima kriteria tersebut diukur menggunakan 18 indikator aksesibilitas pasar.

Menurut MSCI, aksesibilitas pasar, tingkat perkembangan ekonomi, serta ukuran dan likuiditas pasar menjadi faktor utama dalam menentukan klasifikasi suatu negara sebagai Developed Market, Emerging Market, Frontier Market, maupun Standalone Market.

MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review 2026 pada 23 Juni 2026. Hasil tersebut akan menjadi perhatian investor global karena dapat memengaruhi komposisi indeks MSCI dan potensi aliran dana asing ke pasar modal masing-masing negara.





Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/06/19/042653226/msci-pertahankan-status-emerging-market-indonesia-bursa-ri-lolos-dari-risiko?page=allpage2.

 

Survei Kompas Ungkap Ekonomi Makin Sulit, Mayoritas Warga Khawatir Masa Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×