kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

2 Saham Resmi Masuk Indeks LQ45 Mulai Hari Ini (3/8), Cek Rekomendasi Analis


Senin, 03 Agustus 2026 / 06:07 WIB
2 Saham Resmi Masuk Indeks LQ45 Mulai Hari Ini (3/8), Cek Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Analis mengingatkan bahwa INDY merupakan saham dengan karakteristik high beta sehingga pergerakannya cenderung lebih volatil dibandingkan pasar.


Reporter: Adi Wikanto, Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua saham resmi menjadi anggota saham blue chip di Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai perdagangan hari ini, Senin 3 Agustus 2026. Apakah dua saham baru di indeks LQ45 ini memiliki prospek investasi yang bagus?

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman di pasar modal dan memiliki fundamental yang bagus. Saham blue chip biasanya memiliki likuiditas tinggi dan market capital besar, mencapai puluhan atau ratusan triliun rupiah.

Saham blue chip biasanya menjadi anggota indeks mayor di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti Indeks LQ45. 

BEI merombak komposisi Indeks LQ45 yang berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026 hingga 30 Oktober 2026. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi dikeluarkan dari indeks saham unggulan tersebut dan digantikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Berdasarkan hasil evaluasi berkala BEI yang diumumkan pada 27 Juli 2026, saham INDY masuk ke dalam Indeks LQ45 dengan bobot 0,25%, sedangkan NCKL memperoleh bobot sebesar 0,46%.

INDY dan NCKL dipilih karena memiliki likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar yang memenuhi kriteria BEI. Kehadiran kedua saham tersebut juga memperluas eksposur sektor dalam LQ45 yang selama ini masih didominasi oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Baca Juga: Permintaan Emas di Indonesia Meroket, Bagaimana Prospek hingga Akhir Tahun?

Saham LQ45

Berikut daftar saham di Indeks LQ45 periode 3 Agustus-30 Oktober 2026: AADI    PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

  • ADMR    PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
  • ADRO    PT Adaro Energy Tbk
  • AKRA    PT AKR Corporindo Tbk
  • AMMN    PT Amman Mineral Internasional Tbk
  • AMRT    PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
  • ANTM    PT Aneka Tambang Tbk
  • ASII    PT Astra International Tbk
  • BBCA    PT Bank Central Asia Tbk
  • BBNI    PT Bank Negara Indonesia Tbk
  • BBRI    PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
  • BBTN    PT Bank Tabungan Negara Tbk
  • BMRI    PT Bank Mandiri Tbk
  • BRPT    PT Barito Pacific Tbk
  • BUMI    PT Bumi Resources Tbk
  • CPIN    PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  • CUAN    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
  • DEWA    PT Darma Henwa Tbk
  • EMTK    PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
  • ESSA    PT ESSA Industries Indonesia Tbk
  • EXCL    PT XL Axiata Tbk
  • GOTO    PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
  • HRTA    PT Hartadinata Abadi Tbk
  • ICBP    PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  • INCO    PT Vale Indonesia Tbk
  • INDF    PT Indofood Sukses Makmur Tbk
  • INDY    PT Indika Energy Tbk
  • INKP    PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
  • ISAT    PT Indosat Tbk
  • ITMG    PT Indo Tambangraya Megah Tbk
  • JPFA    PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
  • KLBF    PT Kalbe Farma Tbk
  • MAPI    PT Mitra Adiperkasa Tbk
  • MBMA    PT Merdeka Battery Materials Tbk
  • MDKA    PT Merdeka Copper Gold Tbk
  • MEDC    PT Medco Energi Internasional Tbk
  • NCKL.    PT Trimegah Bangun Persada Tbk
  • PGAS    PT Perusahaan Gas Negara Tbk
  • PGEO    PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
  • PTBA    PT Bukit Asam Tbk
  • SCMA    PT Surya Citra Media Tbk
  • TLKM    PT Telkom Indonesia Tbk
  • UNTR    PT United Tractors Tbk
  • UNVR    PT Unilever Indonesia Tbk
  • WIFI    PT Solusi Sinergi Digital Tbk

Tonton: Mulai Hari Ini Jualan Online Bisa Dipotong Pajak

Rekomendasi Saham LQ45 

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, mengatakan prospek kinerja INDY pada semester II-2026 masih cukup konstruktif. Menurutnya, bisnis batu bara termal masih menjadi mesin penghasil arus kas yang solid di tengah tingginya harga komoditas akibat war premium.

Di sisi lain, diversifikasi bisnis Indika Energy ke sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan energi terbarukan menjadi katalis jangka panjang yang berpotensi memberikan rerating terhadap valuasi saham perseroan.

"Segmen batu bara masih menjadi penopang utama arus kas, sementara diversifikasi ke EV dan renewable menjadi long-dated rerating catalyst," ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, Wafi mengingatkan bahwa INDY merupakan saham dengan karakteristik high beta sehingga pergerakannya cenderung lebih volatil dibandingkan pasar. Apabila harga batu bara mulai mengalami normalisasi atau war premium mereda, potensi koreksi harga saham INDY juga bisa terjadi secara tajam.

Sementara itu, prospek NCKL dinilai lebih menantang. Wafi melihat masuknya saham NCKL ke LQ45 lebih banyak didorong oleh lonjakan likuiditas perdagangan di pasar ritel dibandingkan perbaikan fundamental yang signifikan.

Menurutnya, industri nikel global masih menghadapi tekanan oversupply struktural yang belum sepenuhnya teratasi. Kondisi tersebut tercermin dari harga nikel yang masih berada di kisaran US$ 16.000 per ton.

"NCKL merupakan nama yang paling challenging di antara pendatang baru LQ45. Likuiditasnya meningkat signifikan, tetapi tekanan oversupply nikel masih menjadi tantangan," katanya.

Meski PT Trimegah Bangun Persada Tbk memiliki fasilitas pengolahan nikel berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang mampu menghasilkan battery-grade nickel, perlambatan permintaan kendaraan listrik global membuat premium valuasi yang diharapkan belum sepenuhnya terealisasi.

"HPAL battery-grade nickel memang menjadi pembeda, tetapi pertumbuhan permintaan EV global yang lebih lambat dari ekspektasi mengurangi urgensi premium tersebut," imbuh Wafi.

Dari sisi rekomendasi investasi, Wafi lebih menjagokan saham INDY dibandingkan NCKL untuk dicermati investor pada semester II-2026. Adapun target harga saham INDY masih dalam tahap peninjauan (under review).

Dengan kombinasi arus kas yang masih kuat dari bisnis batu bara serta diversifikasi ke sektor energi masa depan, INDY dinilai memiliki katalis pertumbuhan yang lebih jelas. Sebaliknya, investor yang mencermati NCKL perlu mewaspadai tekanan dari kondisi fundamental industri nikel global yang masih menghadapi tantangan oversupply.

Masuknya kedua saham tersebut ke dalam Indeks LQ45 memang berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan faktor fundamental dan prospek bisnis masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Mulai Hari Ini Jualan Online Bisa Dipotong Pajak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×