kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Saham Mayora Indah (MYOR) Anjlok 34% Sepanjang Tahun 2026, Simak Rekomendasi Analis


Rabu, 30 September 2026 / 05:00 WIB
Saham Mayora Indah (MYOR) Anjlok 34% Sepanjang Tahun 2026, Simak Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Selasa (29/9/2026), harga saham Mayora (MYOR) turun 1,07% ke posisi Rp 1.390 per saham. Sejak awal tahun, saham ini sudah anjlok hingga 34,74%. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) masih berada di zona merah. Selasa (29/9/2026), harga saham di sektor konsumer ini turun 1,07% ke posisi Rp 1.390 per saham. Jika dihitung sejak awal tahun, saham ini sudah anjlok hingga 34,74%.

Sejalan dengan penurunan tersebut, saham MYOR mencatatkan net foreign sell atau arus modal keluar investor asing sebesar Rp 500 miliar.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand mengungkapkan, anjloknya saham MYOR lebih dari 34% sejak awal tahun lebih disebabkan sentimen global dan tekanan pada indeks secara umum, bukan karena kinerja bisnisnya memburuk.

MYOR justru membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih di semester I-2026, dengan core profit kuartal II-2026 tumbuh 34,9% YoY ditopang penurunan biaya kakao, kopi, dan gula, serta domestic sales naik sekitar 12% pada kuartal II-2026. 

Baca Juga: Asing Kabur Rp 105 Triliun dari Saham, Begini Potensi Outflow di Kuartal IV 2026

"Koreksi ini sejalan dengan outflow asing yang masih berlangsung di IHSG sepanjang tahun dan rotasi keluar dari saham konsumer menengah-besar secara umum. Secara fundamental dan valuasi, MYOR masih menarik karena harga saat ini justru mendiskon pertumbuhan laba yang sudah terjadi," kata Abida kepada Kontan, Selasa (29/9/2026).

Secara prospek, Abida menilai emiten ini tetap konstruktif. Biaya bahan baku utama seperti kakao dan kopi yang lebih rendah menopang margin, dan segmen makanan tetap menjadi penopang pertumbuhan meski segmen minuman melemah. 

Secara terpisah,  Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai tekanan pada saham MYOR tidak hanya mencerminkan kinerja semester I-2026, tetapi juga kekhawatiran terhadap keberlanjutan margin.

"Pelemahan rupiah dapat menjadi salah satu faktor yang menekan fundamental MYOR karena sebagian bahan baku maupun material produksi memiliki eksposur terhadap harga global dan valuta asing," ucap Azis.

Butuh Sentimen Makroekonomi

Abida menjelaskan untuk mendorong kebangkitan harga saham, dibutuhkan sentimen makro yang lebih kuat. Sentimen itu mencakup stabilisasi rupiah dan perbaikan arus dana asing ke sektor saham konsumer.

Di sisi lain, investor juga memerlukan bukti lanjutan bahwa margin perseroan tetap solid pada kuartal-kuartal mendatang, walaupun penjualan domestik pada kuartal I-2026 sempat tertekan oleh efek dasar Lebaran.

Baca Juga: Perluas Akses Investasi Reksadana, Sucor AM Gandeng KISI

Adapun Azis bilang ke depan, pelemahan rupiah perlu menjadi perhatian karena dapat datang bersamaan dengan kenaikan harga komoditas dan material kemasan. 

Harga plastik juga telah meningkat dan berpotensi menambah tekanan pada biaya produksi, meskipun sebelumnya masih dapat dikompensasi oleh penurunan harga kopi dan kakao. 

"Dengan demikian, sentimen positif bagi MYOR akan lebih kuat apabila rupiah kembali stabil, harga bahan baku tetap terkendali, serta pertumbuhan penjualan dapat mengimbangi tekanan biaya," tambah Azis.

Abida merekomendasikan buy saham MYOR dengan target harga Rp 2.000, mengimplikasikan potensi kenaikan yang signifikan dari harga saat ini. Valuasi yang sudah terdiskon jauh di bawah kualitas fundamentalnya menjadikan level ini menarik untuk akumulasi bertahap bagi investor dengan horizon menengah.

Adapun Azis lebih menyarankan untuk wait and see mengingat masih tingginya tekanan jual dan masih dalam downtrend.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×