kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Minyak terus menguat terdorong pelemahan dollar


Selasa, 24 Maret 2015 / 07:52 WIB
ILUSTRASI. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan kepada media terakit penetapan tersangka kasus dugaan korupsi LNG, Selasa (19/9/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU


Sumber: CNBC | Editor: Uji Agung Santosa

NEW YORK. Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik seiring dengan melemahnya indeks dollar AS. Minyak mentah WTI ditutup menguat 88 sen menjadi US$ 47,45 per barel. Sementara minyak mentah Brent neik 60 sen menjadi US$ 55,90 per barel.

Namun penguatan harga minyak mentah masih dibayang-bayangi lonjakan pasokan minyak mentah global. Negara Arab Saudi bahkan telah mengumumkan akan menaikkan produksi minyak hingga 10 juta barel per hari, hingga menyentuh rekor tertingginya. 

Harga minyak mentah dalam beberapa waktu terakhir terus tergelincir akibat oversupply. Penguatan harga terjadi didorong oleh pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara lain. Dolar turun seiring dengan spekulasi rencana kenaikan suku bunga The Fed yang lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. 

Negara produsen minyak terbesar dunia, Arab Saudi sebelumnya telah mengumumkan bakal memangkas produksi minyaknya, jika produsen minyak di luar OPEC juga melakukan hal yang sama. 

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan, pemerintahnya telah memproduksi sekitar 10 juta barel minyak per hari. Produksi tersebut naik 350.000 barel per hari dibanding bulan Februari 2015. 

Akibatnya, menurut analisis Barclays, surplus pasar akan meningkat dari 900.000 barel per hari menjadi 1,3 juta barel per hari. Surplus terjadi setelah negara-negara OPEC juga meningkatkan produksi minyak hingga 30 juta barel per hari. 

Analis senior Tradition Energy, Gene McGillian mengatakan, tekanan terhadap dollar AS membuat pembeli kembali masuk ke pasar. "Pelemahan dollar membuat minyak menguat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×