kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengamat komoditas: Minyak bisa sentuh US$ 15


Sabtu, 21 Maret 2015 / 16:14 WIB
ILUSTRASI. Selidiki Akuisisi Twitter, Komisi Sekuritas & Bursa AS (SEC) Paksa Elon Musk Bersaksi


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Dennis Gartman memiliki kabar buruk bagi pasar minyak, yakni harganya akan tergerus lebih dalam lagi.

Dalam sebuah interview dengan CNBC.com, Raja Komoditas ini mengatakan bahwa adanya kombinasi cadangan yang melonjak dengan cepat dan penguatan dollar dapat menyebabkan harga minyak bisa berakhir di level US$ 15 pada akhir tahun.

"Selama berbulan-bulan saya mengatakan bahwa harga minyak menuju posisi tinggi sebelah kiri ke posisi rendah sebelah kanan dalam sebuah grafik. Bukan hal yang mengejutkan jika harganya mencapai level US$ 15," jelas kontributor CNBC itu.

Belakangan, harga minyak memang tertekan cukup dalam dan turun lebih dari 50%. Saat ini, posisi harga minyak berada di kisaran US$ 40 per barel. Para trader berharap, pulihnya ekonomi di AS dan Eropa dapat sedikit mengerek harga minyak.

Pada awal Februari, harga minyak berada pada reli yang cukup tinggi dari posisi terendahnya. Namun, menurut Gartman, masih terlalu dini untuk menilai kenaikannya akan berlangsung dalam jangka panjang. Apalagi mengingat cadangan minyak masih terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×