kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.854   11,00   0,07%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Analis Menilai Saham Indosat (ISAT) Masih Atraktif, Ini Rekomendasinya


Senin, 09 Februari 2026 / 17:12 WIB
Analis Menilai Saham Indosat (ISAT) Masih Atraktif, Ini Rekomendasinya
ILUSTRASI. Koreksi saham ISAT belum cerminkan fundamental solid (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) dinilai masih menyimpan ruang rebound pada 2026, meski secara year-to-date harga sahamnya masih terkoreksi. Sejumlah analis menilai tekanan harga saham belum sepenuhnya mencerminkan fundamental perusahaan yang relatif solid, ditopang pertumbuhan laba dan efisiensi operasional berbasis teknologi.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai koreksi saham ISAT justru membuka peluang akumulasi bagi investor. Menurutnya, valuasi Indosat saat ini berada di level diskon jika dibandingkan dengan rata-rata historis.

“Ada ruang rebound. Harga saham ISAT sekarang relatif menarik karena valuasi EV EBITDA sudah berada di bawah rata-rata lima tahun. Koreksinya juga tidak mencerminkan fundamental yang sejauh ini masih solid,” ujar Wafi kepada Kontan, Senin (9/2/2026).

Baca Juga: Tindak Lanjut Masukan MSCI, Ini Komitmen OJK, BEI, dan KSEI Reformasi Pasar Modal

Ia menambahkan, momentum musiman Ramadan dan Idulfitri berpotensi menjadi katalis jangka pendek bagi kinerja operasional Indosat, terutama dari sisi konsumsi data.

“Trafik data bisa tumbuh dua digit selama periode Lebaran dan ini bisa menjadi katalis positif bagi pendapatan pada semester I-2026,” kata Wafi.

Dari sisi strategi, implementasi teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan. Indosat sebelumnya mengungkapkan telah memanfaatkan AI untuk menangani sekitar 2 miliar ancaman spam, yang turut meningkatkan pengalaman pelanggan.

Menurut Wafi, pemanfaatan AI tersebut berpotensi memperkuat retensi pelanggan melalui penurunan tingkat churn.

“Dampaknya positif terhadap loyalitas pelanggan, yang pada akhirnya mendukung kinerja jangka menengah,” katanya.

Untuk kinerja sepanjang 2026, Wafi memproyeksikan pendapatan Indosat berpeluang tumbuh pada kisaran high single digit, seiring peningkatan konsumsi data dan efisiensi biaya operasional berbasis AI. Ia merekomendasikan buy saham ISAT dengan target harga Rp2.700 per saham.

Senada, analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai peluang pemulihan saham ISAT masih terbuka, ditopang oleh fundamental yang tetap terjaga dan prospek pertumbuhan trafik data.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas Selasa (10/2), Cermati Rekomendasi Analis

“Kami melihat peluang rebound saham ISAT masih terbuka karena valuasi saat ini sudah mencerminkan tekanan sentimen, sementara fundamental perusahaan tetap solid,” ujar Abida.

Ia menambahkan, periode Ramadan dan Idulfitri secara historis mendorong peningkatan trafik data yang signifikan. Jika lonjakan tersebut dapat dimonetisasi secara optimal, maka akan berdampak positif terhadap kinerja kuartalan.

“Pemanfaatan AI juga berpotensi memperkuat pengalaman pelanggan dan menekan churn rate, sehingga berdampak positif terhadap stabilitas pendapatan dan profitabilitas jangka menengah,” jelasnya.

Abida memproyeksikan kinerja ISAT sepanjang 2026 tumbuh moderat, dengan pendapatan relatif stabil dan profitabilitas yang berpotensi membaik berkat optimalisasi jaringan dan efisiensi operasional. Ia merekomendasikan buy saham ISAT dengan target harga Rp3.000 per saham.

Dari sisi kinerja keuangan, PT Indosat Tbk mencatat hasil yang solid sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip dari laman resmi Bursa Efek Indonesia, Senin (9/2/2026), Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp56.518,1 miliar pada 2025, tumbuh 1,1% secara tahunan (year-on-year).

EBITDA tercatat mencapai Rp26.597,3 miliar atau naik 0,8% year-on-year, dengan margin EBITDA terjaga di level 47,1%. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 12,2% menjadi Rp5.509,7 miliar.

Pada kuartal IV-2025, pendapatan Indosat mencapai Rp15.356,5 miliar atau tumbuh 9,3% secara kuartalan. Pendapatan selular masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp47.355,6 miliar, sementara segmen MIDI tumbuh 4,5% menjadi Rp8.344,9 miliar, didorong peningkatan layanan IT.

Kinerja operasional juga tercermin dari kenaikan ARPU seluler gabungan yang naik 10,5% secara kuartalan pada kuartal IV-2025 menjadi Rp44 ribu, dengan total basis pelanggan mencapai 93,7 juta pelanggan.

Sepanjang 2025, Indosat mengalokasikan belanja modal sebesar Rp13.280,3 miliar, dengan sekitar 78,6% difokuskan untuk mendukung pertumbuhan layanan data pada bisnis selular. Hingga akhir Desember 2025, total aset Indosat mencapai Rp118.629,9 miliar, dengan utang bersih tercatat Rp10.319,9 miliar.

Selanjutnya: Tindak Lanjut Masukan MSCI, Ini Komitmen OJK, BEI, dan KSEI Reformasi Pasar Modal

Menarik Dibaca: 793.681 Tiket KA Lebaran Sudah Terjual, Ini 10 Relasi Favorit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×