Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah Brent naik melampaui US$ 113 per barel pada hari Jumat (30/10), mendekati level tertinggi dalam empat tahun sebesar US$ 116,72 yang dicapai pada 23 Oktober 2026.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (30/10), kenaikan harga minyak seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan.
Kenaikan harga ini terjadi menyusul laporan bahwa seorang komandan militer senior AS telah memberikan penjelasan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai opsi untuk melancarkan serangan kembali terhadap Iran. Sementara Trump sendiri telah berulang kali melontarkan ancaman akan adanya tindakan militer lebih lanjut.
Di sisi lain, Teheran mengisyaratkan tidak akan melunakkan sikapnya untuk mengakhiri konflik, meskipun telah mengonfirmasi penerimaan surat dari Wakil Presiden AS JD Vance yang bertujuan untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian.
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga meningkat setelah terjadinya dua insiden terpisah yang melibatkan kapal tanker.
Sementara itu, pasukan Ukraina dilaporkan menyerang sebuah kilang minyak Rusia di wilayah Samara, sedangkan Rusia melancarkan serangan lain terhadap Ukraina dalam semalam.
Perkembangan ini semakin memperkuat kekhawatiran mengenai keamanan pasokan minyak global, dengan harga minyak mentah Brent tercatat naik lebih dari 15% sepanjang bulan Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














