kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.150   -16,00   -0,09%
  • IDX 5.007   -90,60   -1,78%
  • KOMPAS100 644   -11,50   -1,75%
  • LQ45 509   -6,39   -1,24%
  • ISSI 168   -3,65   -2,13%
  • IDX30 287   -2,49   -0,86%
  • IDXHIDIV20 387   -1,61   -0,42%
  • IDX80 74   -1,20   -1,58%
  • IDXV30 108   0,22   0,21%
  • IDXQ30 97   -0,67   -0,69%

IHSG Turun 0,77% ke 5.058 Awal Perdagangan Jumat (30/10), ISAT, BRPT, MDKA Rontok


Jumat, 30 Oktober 2026 / 09:29 WIB
Diperbarui Jumat, 30 Oktober 2026 / 09:31 WIB
IHSG Turun 0,77% ke 5.058 Awal Perdagangan Jumat (30/10), ISAT, BRPT, MDKA Rontok
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada awal perdagangan Jumat (30/10/2026).

Tekanan datang dari mayoritas saham yang bergerak di zona merah di tengah pelemahan rupiah dan ketidakpastian pasar modal domestik.

Mengutip data RTI pukul 09.11 WIB, IHSG terkoreksi 0,77% atau turun 39,230 poin ke level 5.058,827. Sebanyak 469 saham melemah, 147 saham menguat, sementara 115 saham stagnan.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 18.127 Per Dolar AS Hari Ini (30/10), Asia Naik

Total volume perdagangan mencapai 8,2 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,6 triliun.

Tekanan terjadi pada seluruh indeks sektoral. Tiga sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur (IDX-Infra) yang turun 2,60%, barang baku (IDX-Basic) melemah 2,43%, dan transportasi (IDX-Trans) terkoreksi 2,29%.

Saham-saham top losers LQ45:

  • PT Indosat Tbk (ISAT) turun 6,83% ke Rp 1.365
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 6,52% ke Rp 1.075
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 4,17% ke Rp 1.840

Saham-saham top losers LQ45:

  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 9,88% ke Rp 1.335
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 8,70% ke Rp 25
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 1,57% ke Rp 11.300

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dan Prospek GOTO Usai Cetak Laba Rp 1,16 Triliun

Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 18.185 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, berlanjutnya arus modal keluar atau capital outflow serta ketidakpastian terkait potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut membayangi sentimen investor.

Mengutip Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (30/10/2026), tekanan eksternal juga memengaruhi pergerakan pasar domestik.

Dari AS, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00%. Namun, keputusan tersebut tidak bulat karena dua pejabat The Fed mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Baca Juga: Pendapatan Surge (WIFI) Melonjak 191,85%, Laba Bersih Tembus Rp 478 Miliar

Inflasi AS yang masih tinggi turut mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mendatang. Kondisi ini berpotensi memperpanjang tekanan terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah dan berlanjutnya arus modal asing keluar menjadi sejumlah risiko yang perlu dicermati investor.

Pelaku pasar juga akan mengantisipasi sejumlah agenda ekonomi pada pekan depan, termasuk rilis data perdagangan Indonesia periode September 2026 dan inflasi Oktober 2026. Selain itu, perkembangan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI masih menjadi perhatian investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×