kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.818   -51,00   -0,29%
  • IDX 6.139   -33,37   -0,54%
  • KOMPAS100 809   -8,69   -1,06%
  • LQ45 610   -6,78   -1,10%
  • ISSI 211   -0,17   -0,08%
  • IDX30 345   -3,70   -1,06%
  • IDXHIDIV20 422   -4,42   -1,04%
  • IDX80 92   -1,18   -1,27%
  • IDXV30 113   -1,01   -0,88%
  • IDXQ30 110   -1,40   -1,26%

Harga Minyak Dunia Terkoreksi Usai Kapal Kembali Melintas di Selat Hormuz


Jumat, 19 Juni 2026 / 12:54 WIB
Harga Minyak Dunia Terkoreksi Usai Kapal Kembali Melintas di Selat Hormuz
ILUSTRASI. Harga Minyak (BBM) (REUTERS/Adriano Machado)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Jumat (19/6/2026), seiring mulai pulihnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz setelah kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Pergerakan ini memunculkan ekspektasi peningkatan pasokan global yang menekan harga di pasar.

Pada pukul 03.28 GMT, harga minyak Brent turun 43 sen atau 0,54% menjadi US$ 79,42 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 17 sen atau 0,22% ke US$ 76,43 per barel. Kontrak WTI bulan Agustus yang lebih aktif diperdagangkan juga turun 30 sen ke US$ 75,55 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Muncul Kabar Gencatan Senjata AS-Iran

Tekanan harga ini berlanjut setelah pada sesi sebelumnya, kedua acuan minyak sempat menyentuh level terendah sejak awal Maret.

Sentimen pasar dipicu oleh mulai bergeraknya kembali kapal tanker, termasuk tiga kapal berbendera Arab Saudi yang membawa sekitar 6 juta barel minyak, melintasi Selat Hormuz tak lama setelah kesepakatan interim damai diteken oleh Iran dan Amerika Serikat (AS).

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang sebelum konflik menjadi rute bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Normalisasi jalur ini membuka potensi kembalinya pasokan dalam jumlah besar ke pasar global.

Sejumlah analis memperkirakan kesepakatan tersebut dapat melepaskan lebih dari 85 juta barel minyak yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk.

Selain itu, rencana pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran juga berpotensi menambah suplai global dalam jumlah signifikan.

Namun, pelaku pasar masih bersikap hati-hati. “Traders masih menunggu bukti nyata bahwa lalu lintas tanker di Selat Hormuz benar-benar kembali normal sebelum mengambil langkah penurunan harga berikutnya,” ujar Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 4%, Cek Tabel Faktor Penggerak Harga Minyak (Selasa, 5/5)

Di sisi lain, negara-negara produsen minyak di Timur Tengah mulai bersiap mengaktifkan kembali ekspor mereka.

Kuwait Petroleum Corp menyatakan telah mencabut seluruh pemberitahuan force majeure yang sebelumnya diberlakukan selama konflik.

Sementara itu, Irak juga menyebut ladang minyaknya siap kembali beroperasi dan produksi akan dipulihkan secara bertahap ke level normal.

Meski demikian, ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda. Konflik Israel dengan Hizbullah di Lebanon masih berlanjut, memunculkan keraguan atas stabilitas kesepakatan damai AS–Iran.

Keraguan pasar juga diperkuat oleh keputusan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance yang membatalkan rencana pertemuan dengan negosiator Iran di Swiss pada Jumat ini.

“Ini bukan latar geopolitik yang memberi kepercayaan bagi pasar untuk kembali melihat normalisasi transit di Hormuz,” kata Vandana Hari, pendiri perusahaan analisis pasar minyak Vanda Insights.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Trump Ancam Iran, Pasar Khawatir Gangguan Pasokan

Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan prospek kembalinya pasokan besar dari kawasan Timur Tengah, yang berpotensi menjaga volatilitas pasar dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×