kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Pendapatan Multivision Plus (RAAM) Naik 32%, Tapi Masih Rugi hingga Kuartal III-2026


Jumat, 30 Oktober 2026 / 21:07 WIB
Pendapatan Multivision Plus (RAAM) Naik 32%, Tapi Masih Rugi hingga Kuartal III-2026
ILUSTRASI. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) (Dok/RAAM)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan yang bergerak di industri hiburan dan produksi film ini membukukan pendapatan sebesar Rp 191,49 miliar hingga 30 September 2026.

Pendapatan tersebut meningkat 32% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 145,42 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, kinerja operasional RAAM juga menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari EBITDA yang berbalik positif menjadi Rp 24,54 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mencatatkan EBITDA negatif sebesar Rp 48,91 miliar.

Baca Juga: Wall Street Beragam, Nasdaq Anjlok Seiring Kekhawatiran Investor Terhadap Belanja AI

Margin EBITDA RAAM juga mengalami peningkatan signifikan menjadi positif 13%, dari sebelumnya negatif 34%.

Meski demikian, RAAM masih membukukan rugi bersih setelah pajak sebesar Rp 67,25 miliar hingga September 2026. Kerugian tersebut terutama dipengaruhi oleh sejumlah pos yang bersifat tidak berulang.

Salah satunya berasal dari kerugian sekitar Rp 64,8 miliar atas divestasi 33,33% kepemilikan saham perseroan di PT Ciputra Multivision Nusantara (CMN). Selain itu, terdapat penghapusan restitusi pajak sekitar Rp 2,9 miliar setelah dilakukannya pemeriksaan pajak.

Namun, apabila mengecualikan pos-pos luar biasa tersebut, RAAM mencatatkan laba setelah pajak yang disesuaikan atau adjusted profit after tax sebesar Rp 456,02 juta. Hasil ini berbalik positif dibandingkan rugi disesuaikan sebesar Rp 81,31 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Chief Financial Officer RAAM Vikas Sharma menilai pencapaian hingga September 2026 menjadi tonggak penting dalam proses pemulihan bisnis dan keuangan perseroan. Pertumbuhan pendapatan serta EBITDA yang kembali positif mencerminkan perbaikan pada aktivitas operasional perusahaan.

Vikas juga bilang, bisnis film menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan selama sembilan bulan pertama tahun ini. Salah satu film yang menunjukkan potensi kuat adalah Cerita Lila.

"Film menopang sembilan bulan ini, dan Cerita Lila menunjukkan potensi rilisan lokal yang kuat," kata Vikas dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Ke depan, RAAM berencana memperkuat bisnis film melalui penambahan jumlah produksi dan penayangan film di bioskop, memperluas distribusi katalog film, serta mengembangkan jaringan bioskop Platinum Cineplex.

Menurut Vikas, divestasi kepemilikan saham di CMN juga membuat posisi neraca keuangan perseroan menjadi lebih ringan. Dengan kondisi tersebut, RAAM optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan bisnis film pada kuartal-kuartal mendatang.

Baca Juga: Waspada! Yield SBN 10 Tahun Berpotensi Melonjak ke Level 7,8%

RAAM juga akan terus berfokus memperkuat bisnis inti di sektor hiburan, meningkatkan efisiensi operasional, menjaga disiplin keuangan, serta memanfaatkan peluang pertumbuhan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×