Reporter: Adi Wikanto, Yudho Winarto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pasar saham Indonesia terancam turun kelas dari emerging market ke frontier market. Namun, investor raksasa luar negeri tetap gencar mengoleksi saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Terbaru, Morgan Stanley and Co International Plc meningkatkan kepemilikan saham di PT Ciputra Development Tbk (CTRA) secara signifikan. Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi kepemilikan perusahaan investasi global tersebut melonjak menjadi 18,4% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh CTRA per 2 Juli 2026.
Dalam surat kepada OJK tertanggal 7 Juli 2026, Morgan Stanley melaporkan telah mengakumulasi sekitar 3 miliar saham CTRA dengan status kepemilikan langsung. Aksi korporasi tersebut membuat kepemilikan perseroan bertambah sekitar 16,1849% dibandingkan posisi sebelumnya.
Akumulasi saham tersebut terjadi di tengah rencana pembagian dividen saham CTRA senilai Rp 667 miliar atau Rp 36 per saham dari buku tahun 2025. Pembagian saham tersebut memasuki cum date di pasar tunai 6 Juli 2026 dan tanggal pembayaran 24 Juli 2026.
Baca Juga: Praktisi: Indonesia Masih Penuhi Kriteria MSCI untuk Status Emerging Markets
Kepemilikan Morgan Stanley Melonjak
Sebelum transaksi tersebut, Morgan Stanley tercatat memiliki 410.582.783 saham atau setara 2,2151% dari total saham CTRA.
Setelah melakukan akumulasi, kepemilikannya meningkat menjadi 3.410.571.383 saham atau sekitar 18,4% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, Morgan Stanley kini menjadi salah satu pemegang saham institusi terbesar di emiten properti tersebut.
Tonton: Perminas Bakal Garap Proyek Pengelolaan Tanah Jarang Bareng India
Transaksi Dilakukan pada 2 Juli 2026
Morgan Stanley menghimpun sekitar 3 miliar saham CTRA pada perdagangan 2 Juli 2026. Di hari yang sama, perusahaan juga tercatat menjual 11.400 saham pada harga Rp560 per saham.
Setelah memperhitungkan transaksi jual tersebut, penambahan kepemilikan bersih Morgan Stanley mencapai 2.999.988.600 saham atau setara 16,1849%.
Meski demikian, Morgan Stanley tidak mengungkapkan harga rata-rata pembelian saham yang diakumulasi. Sebagai gambaran, pada perdagangan 2 Juli 2026 harga saham CTRA bergerak di kisaran Rp555 hingga Rp570 per saham dan ditutup pada level Rp560 per saham.
Baca Juga: Hari Ini Cum Dividen Saham PBSA Rp 6.000/Lot, Waspada Harga Saham Sudah Naik Tinggi
Transaksi untuk Keputusan Investasi
Dalam keterbukaan informasi, Morgan Stanley menegaskan bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi repurchase agreement (repo).
Perusahaan juga menyampaikan bahwa akumulasi saham CTRA dilakukan sebagai bagian dari keputusan investasi dengan status kepemilikan langsung.
Langkah Morgan Stanley meningkatkan kepemilikan hingga 18,4% menunjukkan meningkatnya eksposur investor institusi global terhadap saham PT Ciputra Development Tbk, meski perusahaan belum mengungkapkan alasan investasi maupun target kepemilikan selanjutnya.
Ancaman Turun Kelas
Penyedia indeks global S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia dan Turki ke dalam daftar pantau (watchlist) untuk kemungkinan penurunan status dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perbatasan (frontier market).
Dalam pernyataan yang dirilis Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat, S&P DJI menyebut langkah tersebut dilakukan karena adanya sejumlah isu, termasuk terkait transparansi pasar.
Sebelummya, penyedia indeks global MSCI juga menyatakan potensi penurunan kelas pasar saham Indonesia ke frontier market.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














