Reporter: Vina Elvira | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Informasi penting untuk investor pemburu dividen saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembayaran dividen saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) memasuki cum date hari ini, Rabu 8 Juli 2026.
Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak pembagian dividen. Namun investor harus waspada, harga saham pembagi dividen biasanya turun pasca cum date.
Apalagi, harga saham PBSA telah naik tinggi. Sebulan terakhir, harga saham PBSA telah naik 180 poin atau 27,69% ke Rp 830.
Diberitakan sebelumnya, PBSA menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 180 miliar dari laba bersih tahun buku 2025.
Dengan nilai tersebut, investor akan mendapat dividen Rp 60 per saham atau Rp 6.000 per lot saham PBSA. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Emiten Anak Jokowi Ini Terjerat Utang Hampir Rp 3 T, Saham Terkena Suspensi Setahun
Nilai dividen tersebut setara dengan 56,24% dari total laba bersih tahun berjalan Perseroan. Sepanjang tahun buku 2025, PBSA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,591 triliun, meningkat 37,85% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,154 triliun.
Pertumbuhan ini turut mendorong peningkatan laba tahun berjalan menjadi Rp 320,08 miliar, naik sekitar 48,8% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 215,04 miliar.
Di sisi profitabilitas, PBSA mencatatkan peningkatan Return on Assets (ROA) menjadi 22,51% dan Return on Equity (ROE) menjadi 34,45%, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset dan modal secara efektif untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Direktur Utama Vincentius Susanto mengatakan pencapaian pada tahun 2025 merupakan hasil dari konsistensi dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada kualitas proyek, disiplin operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental usaha melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan peluang bisnis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham," papar Susanto, dalam siaran pers, Rabu (1/7/2026).
Tonton: Boom AI Dipertanyakan, Saham Samsung Ambruk 10%
Sepanjang tahun 2025, PBSA berhasil memperkuat portofolio proyek melalui berbagai proyek strategis pada sektor industri, di antaranya proyek pulp & paper di Sumatra Selatan dan di Karawang, Jawa Barat.
Selain memperkuat kinerja operasional, perusahaan terus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan. Pada tahun 2025, PBSA memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Di samping itu, PBSA juga terus mengembangkan anak usaha PT Plaza Paramita Sejahtera sebagai bagian dari optimalisasi aset perusahaan.
Sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan serta komitmen dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham, PBSA telah menyelesaikan program pembelian kembali (buyback) saham pada periode Februari–Maret 2026 dengan alokasi dana maksimum sebesar Rp 100 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal tanpa mengganggu kondisi keuangan maupun likuiditas operasional.
Memasuki 2026, PBSA menargetkan pendapatan sekitar Rp1,7 triliun dengan laba usaha sebelum pajak sekitar Rp260 miliar.
Target tersebut akan dicapai melalui penguatan kualitas eksekusi proyek, peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi pengelolaan modal kerja, serta selektivitas dalam memperoleh proyek baru yang memiliki profil risiko terukur dan margin yang sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














