kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Menakar saham Garuda saat diterpa badai skandal


Rabu, 25 Januari 2017 / 11:38 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Yudho Winarto

Fokus okupansi

Tahun ini, Gary melihat pendapatan GIAA bakal ditopang penerbangan domestik, khususnya di Indonesia Timur. Kontribusi penerbangan umroh juga diprediksi masih besar. Selain itu, naiknya performa anak usaha ikut berkontribusi mendorong kinerja GIAA ke depan.

Gary menilai perusahaan pelat merah ini perlu lebih fokus pada peningkatan okupansi ketimbang menambah rute baru. Penambahan rute baru pesawat berpotensi menyebabkan tingkat okupansi turun.

Contohnya. penerbangan ke London, Inggris, yang masih belum maksimal. Jumlah wisatawan yang semakin meningkat juga bisa menjadi katalis positif bagi emiten ini.

Apalagi, kini GIAA adalah pemimpin pasar di sektor penerbangan. Jadi peningkatan wisatawan lebih menguntungkan bagi GIAA.

Karena itu, Taye merekomendasikan hold saham GIAA dengan target harga Rp 340 per saham. Tapi, Zabrina merekomendasikan buy dengan target harga Rp 400 per saham.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Akhmad Nurcahyadi juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 445 per saham. Ini dengan asumsi harga minyak dunia stabil dan kondisi ekonomi dalam negeri terus membaik.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×