kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Melihat prospek tiga saham perbankan yang masuk top 10 market cap


Sabtu, 22 Agustus 2020 / 05:55 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Terbukti, indeks sektor keuangan (finance) menjadi indeks dengan penurunan ketiga terendah diantara indeks sektor lainnya, yakni  terkoreksi 12,71% sejak awal tahun.  

Okie menyebut, saat ini rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) masih tinggi. Sementara itu, tingkat non-performing loan (NPL)  pada Mei 2020 naik menjadi 3,0% dari sebelumya 2,89% pada April 2020.

Baca Juga: Saham big cap: IHSG reli, GGRM masuk big cap, BBCA naik 4 hari

NPL yang tinggi ini dinilai cukup wajar melihat pada kurtal pertama dan kuartal kedua 2020 kondisi bisnis memang tidak begitu baik. Namun,  jika melihat perkembangan saat ini diharapkan tingkat NPL pada semester kedua 2020 akan lebih terjaga.

“Sehingga potensi dari pertumbuhan net interest margin (NIM ) dapat lebih baik. Perbankan memiliki beta saham yang cukup besar, sehingga apabila pemulihan ekonomi pada semester II dapat terjadi, perbankan menjadi saham pilihan utama,” sambung Okie. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×