kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Melihat prospek saham emiten properti setelah BI pertahankan suku bunga 5%


Kamis, 23 Januari 2020 / 20:49 WIB
Melihat prospek saham emiten properti setelah BI pertahankan suku bunga 5%
ILUSTRASI. Perumahan CitraRaya di Cikupa, Tangerang. Melihat prospek saham emiten properti setelah BI pertahankan suku bunga 5%.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7Day Repo Rate (BI7DRR) di kisaran 5%. Keputusan BI mempertahankan suku bunga ini akan berdampak pada pergerakan saham-saham emiten properti yang terdampak langsung.

Analis MNC Sekuritas M. Rudy Setiawan mengatakan, keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan tingkat suku bunga di level 5% tidak lepas dari belum adanya isu Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves (The Fed) yang akan menurunkan atau menaikkan suku bunga.

Baca Juga: Bank Indonesia buka peluang menurunkan suku bunga tahun ini

Ditambah, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil meskipun stagnan. Namun, belum ada risiko atau urgensi yang dinilai dapat menghantam perekonomian domestik. Pengumuman suku bunga acuan BI juga sepertinya direspons positif oleh pasar. Terbukti, banyak saham properti yang mengalami kenaikan hari ini.

Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) misalnya, naik 3,42% ke level Rp 1.210 per saham. Saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) juga naik 1,54% ke level Rp 990 per saham.

Ke depan, Rudy menilai penetapan suku bunga acuan ini akan berimbas positif kepada emiten properti khususnya untuk nilai bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Sebab, ia mengatakan saat ini, 70% kredit properti masih menggunakan skema KPR, sehingga ke depan marketing sales emiten properti dipercaya masih akan bertumbuh.

Selain itu, kebijakan pelonggaran Loan-to-Value (LTV) juga akan menjadi katalis positif bagi emiten properti.

Baca Juga: BI tahan suku bunga acuan 5%, ini emiten properti yang sahamnya naik

Mulai 2 Desember 2019, Bank Indonesia menerapkan pelonggaran atas rasio Loan-to-Value (LTV) atau Financing-to-Value (FTV) untuk pembiayaan properti sebesar 5% dan uang muka untuk kendaraan bermotor sebesar 5%-10%.

“LTV dan suku bunga memang menjadi katalis yang positif. Ditambah dengan tidak ada lagi faktor di luar makroekonomi yang akan menghambat penjualan properti, contohnya adalah Pemilu pada tahun 2019,” ujar Rudy kepada Kontan.co.id.




TERBARU

Close [X]
×