kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Wall Street Naik Tajam, Optimisme Gencatan Senjata Dongkrak Pasar


Rabu, 25 Maret 2026 / 21:29 WIB
Wall Street Naik Tajam, Optimisme Gencatan Senjata Dongkrak Pasar
ILUSTRASI. Wall Street melonjak didorong harapan damai Timur Tengah. Saham teknologi seperti Arm Holdings memimpin penguatan signifikan (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks utama bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (22/3), didorong oleh meningkatnya harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang meredakan kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan energi global.

Optimisme pasar muncul setelah laporan bahwa Amerika Serikat mendorong upaya gencatan senjata dalam konflik Teluk. Seorang pejabat senior Iran menyebutkan bahwa Pakistan telah menyampaikan proposal dari AS kepada Iran, dengan kemungkinan Pakistan atau Turki menjadi lokasi perundingan. Namun, Teheran sejauh ini masih membantah secara terbuka adanya rencana negosiasi dengan pemerintahan Donald Trump.

Harapan terhadap meredanya konflik juga berdampak pada pasar energi. Harga minyak global tercatat turun hampir 4%, seiring ekspektasi pemulihan distribusi melalui Selat Hormuz—jalur penting yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Mengancam Emiten di Sektor-Sektor Ini

“Pasar mulai melihat adanya jalur menuju de-eskalasi perang. Namun, seberapa cepat hal ini bisa terwujud masih menjadi pertanyaan,” ujar Chief Investment Officer Bogart Wealth, Aleks Spencer.

Indeks Utama Menguat

Pada pukul 09:37 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 565,86 poin atau 1,23% ke level 46.689,92. Sementara itu, S&P 500 menguat 1,16% ke 6.632,50, dan Nasdaq Composite naik 1,47% ke 22.081,66.

Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, juga naik 1,5% dan mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Saham Teknologi dan AI Jadi Pendorong

Kenaikan signifikan terjadi pada saham teknologi, terutama sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI). Saham Arm Holdings melonjak 15% setelah meluncurkan chip pusat data AI baru yang diperkirakan menghasilkan pendapatan miliaran dolar.

Saham produsen chip lainnya seperti Intel dan Marvell Technology masing-masing naik hampir 5%, sementara Nvidia menguat 2,5%. Indeks semikonduktor Philadelphia turut naik 1,3%.

Sektor Konsumen dan Antariksa Ikut Menguat

Sektor konsumsi diskresioner dalam indeks S&P 500 naik 2%, didorong oleh saham operator kapal pesiar seperti Norwegian Cruise Line yang naik 4,3%, serta Carnival Corporation dan Royal Caribbean yang masing-masing naik lebih dari 2,5%.

Di sektor antariksa, saham Destiny Tech100 melonjak 19% setelah laporan bahwa SpaceX berencana mengajukan prospektus IPO dalam waktu dekat. Perusahaan antariksa lainnya seperti Rocket Lab dan Intuitive Machines juga mencatat kenaikan signifikan.

Baca Juga: Saham Lapis Kedua Lesu di Awal 2026, Simak Prospek dan Rekomendasinya

Risiko Inflasi Masih Membayangi

Meski pasar saham menguat, lonjakan harga energi akibat konflik Iran sebelumnya masih memicu kekhawatiran inflasi. Hal ini berdampak pada ekspektasi kebijakan moneter, di mana pasar kini tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

CEO BlackRock, Larry Fink, bahkan memperingatkan bahwa harga minyak bisa mencapai US$150 per barel dan memicu resesi global jika Iran tetap menjadi ancaman pasca konflik.

Sentimen Positif Dorong Pasar

Selain itu, saham perusahaan teknologi China seperti JD.com dan Alibaba naik lebih dari 3% setelah regulator mendorong penghentian perang harga di industri pengantaran makanan.

Saham Robinhood juga naik 6,6% setelah mengumumkan program pembelian kembali saham senilai US$1,5 miliar.

Secara keseluruhan, sentimen pasar didominasi oleh optimisme terhadap potensi meredanya konflik geopolitik. Namun, ketidakpastian tetap tinggi seiring dinamika perang yang masih berlangsung dan dampaknya terhadap ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×