kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Melihat prospek saham emiten properti setelah BI pertahankan suku bunga 5%


Kamis, 23 Januari 2020 / 20:49 WIB
Melihat prospek saham emiten properti setelah BI pertahankan suku bunga 5%
ILUSTRASI. Perumahan CitraRaya di Cikupa, Tangerang. Melihat prospek saham emiten properti setelah BI pertahankan suku bunga 5%.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Dari sekian banyaknya saham emiten properti, Rudi menaruh pilihan pada saham BSDE dengan target harga Rp 1.500 per saham.

Di sisi lain, Presiden Direktur CSA Institute, Aria Santoso memperkirakan masih ada ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuannya bahkan dalam waktu dekat ini.

Dus, suku bunga yang rendah bakal menguntungkan emiten properti, sebab sektor properti mengharapkan adanya penurunan suku bunga untuk mempermudah kredit yang lebih atraktif bagi konsumen.

Baca Juga: Kembali menguat, rupiah pada kurs tengah BI capai Rp 13.626 per dolar AS

“Sentimen penurunan suku bunga lebih memberikan daya tarik untuk kredit perumahan,” terang Aria kepada Kontan.co.id, Kamis (23/1).

Untuk itu, ia menilai saham-saham emiten properti seperti PWON, BSDE,dan PPRO masih menarik untuk dikoleksi.

Sementara itu, Analis NH Korindo Sekuritas Ajeng Kartika Hapsari merekomendasikan buy saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) di harga Rp 750 per saham. Sebab, Recurring Income PWON mengalami kenaikan 5,8% secara year-on-year yang didukung oleh proyek mixed use yang dimiliki perusahaan.

Baca Juga: BI pertahankan suku bunga acuan 5% pada Januari 2020

“Kami optimis mengenai kinerja PWON sehingga masih mampu membukukan pendapatan jangka panjang karena PWON masih mengembangkan beberapa proyek besar,” tulis Ajeng dalam riset (20/1).

Dengan mengestimasi proyek yang telah diresmikan atau sedang digarap, PWON dapat meningkatkan pendapatan pada 2020 dengan kisaran pertumbuhan 7%-10%.





Close [X]
×