Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lima produk exchange traded fund (ETF) emas kompak menghijau pada penutupan perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah resmi diluncurkan hari ini, Senin (10/8/2026).
Ada lima produk ETF emas sudah bisa ditransaksikan oleh investor hari ini. Antara lain yaitu Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode XTRA dengan harga perdana Rp 248 per unit, serta Mandiri ETF Emas berkode XMES dengan harga perdana Rp 757 per unit.
Selanjutnya, ada BRI MI Gold ETF Syariah dengan kode XDES dan harga perdana Rp 1.000 per unit, Syailendra ETF Sharia Gold berkode XSGO dengan harga perdana Rp 1.021 per unit, serta Premier ETF Gold Sharia Indonesia berkode XGLD dengan harga perdana Rp 256 per unit.
Baca Juga: ETF Emas Resmi Meluncur, Airlangga Sebut Indonesia Bisa Lampaui Singapura dan India
Pada penutupan perdagangan perdana sore ini, harga kelima produk ETF emas di atas kompak mengalami penguatan. Penguatan tersebut menjadi sinyal awal adanya respons positif investor terhadap kehadiran instrumen ETF emas di pasar modal.
Senin (10/8), XTRA ditutup menguat Rp 16 poin atau 6,45% menjadi Rp 264 per unit. XMES ditutup menguat Rp 143 poin atau 18,89% menjadi Rp 900 per unit. Kemudian XDES ditutup naik Rp 22 poin menjadi Rp 1.022 per unit, atau menguat 2,20%.
Tak ketinggalan ETF Emas XSGO ditutup menguat Rp 49 poin atau 4,80% menjadi Rp 1.070 per unit, lalu ETF Emas XGLD ditutup menguat Rp 14 poin atau 5,47% menjadi Rp 270 per unit.
Terkait prospek minat pasar terhadap aset investasi baru ini, Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama menyebut perkembangan ETF emas perlu dilihat dari sejumlah indikator, khususnya perkembangan volume transaksi dan likuiditasnya.
“Untuk minat pasar di hari pertama, menurut saya masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan hanya dari perdagangan perdana. Yang lebih penting untuk dilihat adalah perkembangan volume transaksi, likuiditas, spread harga, serta konsistensi aktivitas perdagangan dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Elandry kepada Kontan, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Sentimen Global Bayangi Pasar, Rupiah Selasa (11/8) Diproyeksi di Rp 17.700-Rp 17.750
Menurutnya, peluncuran ETF emas ini positif karena menambah pilihan instrumen investasi di pasar modal Indonesia dan berpotensi memperluas akses investor ritel terhadap aset emas.
Meskipun saat ini ada pilihan aset investasi baru bagi investor, Elandry melihatnya bukan sebagai substitusi langsung terhadap saham, obligasi, atau reksadana. Lebih mungkin terjadi portfolio rebalancing, di mana sebagian dana investor dialokasikan ke emas untuk diversifikasi ketika market sentiment dan ketidakpastian global meningkat.
“Jadi, capital flow ke ETF emas bisa tumbuh, tetapi besarnya akan sangat bergantung pada tren harga emas, kondisi pasar saham, tingkat suku bunga, dan liquidity di masing-masing produk,” ungkapnya.
Kini investor baik institusi maupun ritel dapat memanfaatkan ETF emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Elandry mengatakan, khususnya bagi investor ritel, diversifikasi investasi ke ETF Emas bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan dari kenaikan harga dalam jangka pendek.
Dengan adanya lima produk ETF emas yang mulai diperdagangkan, investor memiliki alternatif untuk mendapatkan eksposur terhadap harga emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa.
Baca Juga: Rupiah Dibayangi Kebijakan The Fed dan Geopolitik, Cek Proyeksinya untuk Besok (11/8)
Menurutnya, strategi investasi dapat dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui pembelian berkala ketika harga mengalami koreksi. Strategi tersebut dapat mengurangi ketergantungan investor terhadap penentuan satu titik masuk.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati karakteristik masing-masing ETF emas, termasuk underlying, struktur biaya dan likuiditas perdagangan, serta apakah produk tersebut berbasis emas fisik dan memiliki mekanisme yang sesuai dengan profil risikonya
“Dalam kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, emas memang menarik sebagai safe haven, tetapi tetap ada volatilitas sehingga porsinya sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi dan risk appetite masing-masing investor,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
