kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.946   7,00   0,04%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

IHSG Berpotensi Terpapar Efek Kenaikan Yield US Treasury


Jumat, 25 September 2026 / 07:33 WIB
IHSG Berpotensi Terpapar Efek Kenaikan Yield US Treasury
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Dimas Andi Shadewo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melempem. IHSG terkoreksi 1,2% ke level 6.298,61 pada perdagangan Kamis (24/9). Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan jual investor asing serta kenaikan harga minyak mentah dunia dan yield US treasury.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, koreksi IHSG menunjukkan adanya aksi profit taking setelah rebound signifikan pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, indeks tertekan akibat net sell investor asing yang mencapai Rp 1,49 triliun di seluruh pasar. Sejumlah saham big banks seperti BMRI dan BBRI, serta TLKM, menjadi sasaran aksi jual investor asing," ujar dia, Kamis (24/9).

Sentimen negatif bagi IHSG juga datang dari pasar global. Pemicunya bursa Wall Street yang ditutup melemah di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia dan imbal hasil US Treasury. Lonjakan imbal hasil obligasi tersebut meningkatkan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserves alias The Fed.

Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyebut, secara teknikal IHSG ditutup di bawah MA5 dan MA100. Di sisi lain, histogram MACD masih bergerak di area negatif dan stochastic RSI berada di area oversold.

Maka, Alrich memperkirakan IHSG kembali menguji level 6.186-6.200 pada perdagangan Jumat (25/9). Dia juga menetapkan level 6.200 sebagai support dan 6.400 sebagai resistance bagi indeks.

Alrich juga bilang, arah IHSG kembali ditentukan oleh dinamika pergerakan yield US Treasury yang terus menanjak. Selain soal suku bunga, kenaikan yield ini turut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap berlanjutnya tekanan inflasi akibat biaya energi, pertumbuhan ekonomi yang lesu, hingga belanja fiskal yang tinggi.

Tak hanya itu, biaya imbal hasil yang terus mendaki juga menambah risiko bagi negara-negara yang punya utang besar. Sedangkan Nafan memprediksi, IHSG akan bergerak dengan support di level 6.254 dan 6.146 serta resistance di level 6.352 dan 6.429 pada perdagangan hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×