Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan lima hingga tujuh Manajer Investasi (MI) untuk menerbitkan produk Exchange Traded Fund (ETF) emas pada tahap awal pengembangan instrumen tersebut di pasar modal Indonesia.
Kehadiran produk berbasis emas ini diharapkan dapat memperluas ragam pilihan investasi yang transparan dan mudah diakses oleh investor.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat lima MI yang menyelesaikan proses pencatatan dan siap meluncurkan produk ETF emas pada seremoni HUT Pasar Modal (HUTPM) Senin, 10 Agustus 2026.
Baca Juga: Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat Pekan Depan, Simak Proyeksinya
Sementara itu, dua MI lainnya masih berada dalam proses persiapan.
Berdasarkan data BEI, kelima produk ETF emas yang dipastikan meluncur pada 10 Agustus 2026 tersebut terdiri dari:
- XGLD (RD Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia): Diterbitkan oleh PT Indo Premier Investment Management dengan Dealer Partisipan PT Indo Premier Sekuritas pada harga pencatatan awal Rp 256.
- XDES (Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah): Diterbitkan oleh PT BRI Manajemen Investasi dengan Dealer Partisipan PT Mandiri Sekuritas pada harga pencatatan awal Rp 1.000.
- XMES (Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas): Diterbitkan oleh PT Mandiri Manajemen Investasi dengan Dealer Partisipan PT Mandiri Sekuritas pada harga pencatatan awal Rp 757.
- XSGO (Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold): Diterbitkan oleh PT Syailendra Capital dengan Dealer Partisipan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada harga pencatatan awal Rp 1.000.
- XTRA (Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas): Diterbitkan oleh PT Trimegah Asset Management dengan Dealer Partisipan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk pada harga pencatatan awal Rp 248.
Terkait target nilai kelolaan atau Asset Under Management (AUM), Iding menjelaskan bahwa otoritas bursa tidak semata-mata mengukur keberhasilan produk ini dari besarnya AUM pada saat peluncuran awal.
Baca Juga: ORI030 Sukses Sedot Rp 40 T, Ini Daftar SBN yang Akan Terbit Hingga Akhir 2026
Sebagai instrumen baru, AUM ETF emas diproyeksikan tumbuh secara bertahap seiring bertambahnya pemahaman investor, perluasan jalur distribusi, serta terbentuknya likuiditas perdagangan yang lebih baik di bursa.
"Oleh karena itu, fokus BEI pada tahap awal adalah memastikan produk ini dapat diperdagangkan secara aktif, memiliki likuiditas yang memadai, serta dapat diakses oleh semakin banyak investor," kata Iding kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).
Lebih lanjut, Iding menyatakan bahwa peluncuran ETF emas merupakan bagian dari komitmen BEI dalam memperluas pilihan instrumen investasi dan mendorong peningkatan likuiditas pasar modal.
Baca Juga: Harga Emas Antam (8 Agustus) Naik, Spread dengan Buyback Rp 179.000 per Gram
Langkah ini juga diharapkan mampu menarik minat investor yang memiliki preferensi terhadap emas fisik untuk mulai memanfaatkan pasar modal.
"Lebih jauh lagi, ETF emas merupakan salah satu langkah awal dalam pengembangan produk berbasis emas di pasar modal Indonesia. Kami berharap inovasi ini dapat semakin memperkuat daya saing pasar modal Indonesia, mendukung pengembangan ekosistem bullion nasional, serta menghadirkan lebih banyak pilihan investasi yang relevan dengan kebutuhan investor di masa mendatang," tutup Iding.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
