Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang rupiah berhasil ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin (10/8), didorong oleh kombinasi meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed dan dinamika geopolitik global.
Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 142 poin atau 0,79% ke level Rp 17.755 per dolar AS.
Sementara berdasarkan data Trading Economics, rupiah berada di level Rp 17.771 per dolar AS atau menguat 0,17%, sedangkan menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp 17.795 per dolar AS atau menguat 0,66% dari posisi Jumat sebelumnya di Rp 17.913 per dolar AS.
Baca Juga: Laba SIDO Semester I di Bawah Estimasi, Analis Pangkas Target & Sarankan Hold
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menuturkan bahwa indeks dolar AS sebenarnya bergerak menguat pada Senin (10/8) seiring dengan berkembangnya harapan bahwa Iran dan Oman akan segera mencapai kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kendati demikian, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar.
"Iran dan AS tidak sedang melakukan perundingan, dan Teheran tidak akan memulainya selama Washington melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani pada bulan Juni," ujar Ibrahim dalam pernyataannya, Senin (10/8/2026).
Di sisi lain, pergerakan mata uang juga dipengaruhi oleh meredanya kekhawatiran atas inflasi yang dipicu energi.
Kondisi ini, bersama dengan rilis data ketenagakerjaan AS yang lemah, mendorong para pelaku pasar untuk mengurangi spekulasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September mendatang melorot menjadi sekitar 42%, turun tajam dari posisi seminggu sebelumnya yang mencapai 67%.
Fokus pasar kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juli yang diproyeksikan melandai ke level 3,4% secara tahunan.
Dari dalam negeri, iklim pasar mendapat sentimen positif setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada DPR RI.
Namun, penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 menjadi 116,8—turun tiga bulan beruntun dari posisi Juni di level 117,8—menjadi sinyal kehati-hatian bagi konsumsi rumah tangga domestik.
"Jika tren penurunan berlanjut, ruang pertumbuhan konsumsi dapat ikut tertekan karena rumah tangga cenderung menahan belanja dan lebih selektif dalam mengalokasikan pendapatan," tambah Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan rupiah masih berpeluang melanjutkan tren positif pada perdagangan esok hari. Untuk perdagangan Selasa (11/8/2026), mata uang rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp 17.700-Rp 17.750 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Ditutup Turun 0,69% ke 6.365 pada Senin (10/8), CUAN, BRPT, INDY Top Losers LQ45
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
