Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini
KONTAN.CO.ID - Jakarta - Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) konsisten membaik yang ditopang dengan peningkatan profitabilitas dua unit bisnisnya yaitu Financial Technology (Fintech) yang menaungi GoPay dan On-Demand Services (ODS) yang menaungi Gojek.
Pada kuartal I 2026, GOTO melaporkan unit bisnis Fintech mencatatkan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp364 miliar atau naik 674% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan signifikan ini ditopang oleh bisnis pinjaman yang tumbuh stabil dan transaksi pembayaran yang semakin banyak digunakan.
Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU) di unit bisnis ini meningkat sebesar 33% menjadi 27,5 juta, serta mendorong pertumbuhan transaksi 84% hingga tembus 2 miliar transaksi pada kuartal I 2026.
GTV inti Fintech tumbuh 72% menjadi Rp131 triliun sementara pendapatan bersih tumbuh 58% menjadi Rp1,9 triliun yang didukung oleh peningkatan nilai buku pinjaman dan pertumbuhan yang stabil transaksi pembayaran.
Sementara itu, bisnis pembayaran terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman yang mencapai Rp9,9 triliun, meningkat 59% dari periode yang sama tahun lalu.
Beralih ke unit bisnis On-demand Services (ODS) yang menaungi Gojek. EBITDA yang disesuaikan untuk unit bisnis ini mencapai Rp439 miliar, tumbuh 40% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
GTV On-demand Services tumbuh 4,0% menjadi Rp16,3 triliun, sedangkan pendapatan bersih tumbuh 12% mencapai Rp3,4 triliun.
Segmen menengah atas (affluent) untuk ODS juga menunjukkan perkembangan yang positif dengan kelompok ‘Pengguna Dengan Pengeluaran Sangat Tinggi’ tumbuh 18% secara tahunan.
GOTO juga menegaskan bahwa kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi prioritas utama dan fundamental bagi ketahanan bisnis. Perseroan mendistribusikan pembayaran Bonus Hari Raya (BHR) kurang lebih Rp110 miliar kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat.
Selain itu GOTO juga menyediakan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan) kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat sejak 1 Februari.
Secara Grup, GOTO mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar. Ini menjadi laba bersih GOTO untuk pertama kalinya dalam sejarah. Laba bersih yang dicapai pada kuartal I ini membalikkan posisi rugi GOTO di kuartal I 2025 sebesar Rp367 miliar.
Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi perusahaan. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha.
"Perjalanan kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini. Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia.”
Hans menambahkan, “GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













