Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 32,12 juta hingga September 2026. Angka ini melonjak 171% dibandingkan US$ 11,85 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan pada Selasa (27/10/2026), kenaikan laba RATU ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan peningkatan bagian laba dari entitas asosiasi. Hingga sembilan bulan pertama 2026, pendapatan bersih RATU mencapai US$ 40,31 juta, naik 7,2% dibandingkan US$ 37,61 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan RATU turun 13,4% menjadi US$ 16,59 juta dari US$ 19,14 juta. Kondisi tersebut mendorong laba bruto perusahaan meningkat 28,4% menjadi US$ 23,72 juta dari US$ 18,47 juta.
Dari sisi pendapatan nonoperasional, bagian laba dari entitas asosiasi meningkat 345,2% menjadi US$ 19,24 juta dari US$ 4,32 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Selain itu, RATU membukukan keuntungan dari pembelian dengan diskon sebesar US$ 3,91 juta, yang tidak tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.
RATU juga mencatat keuntungan selisih kurs sebesar US$ 1,96 juta, berbalik dari rugi selisih kurs US$ 441.279 pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Literasi Trading Emas Jadi Sorotan di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Namun, sejumlah beban perusahaan turut meningkat. Beban umum dan administrasi naik 202,1% menjadi US$ 2,99 juta dari US$ 989.662. Sementara itu, beban keuangan meningkat 351,1% menjadi US$ 4,95 juta dari US$ 1,10 juta.
Laba sebelum pajak RATU tercatat sebesar US$ 41,73 juta, meningkat 103,3% dibandingkan US$ 20,52 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar US$ 9,60 juta, laba periode berjalan perusahaan mencapai US$ 32,12 juta, naik 170,9% dari US$ 11,85 juta.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 25,09 juta, meningkat 113,2% dibandingkan US$ 11,77 juta pada September 2025. Sementara itu, laba per saham dasar naik 114,0% menjadi US$ 0,0092 dari US$ 0,0043.
Dari sisi neraca, total aset RATU per 30 September 2026 mencapai US$ 237,38 juta, meningkat 212,3% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar US$ 76,02 juta. Kenaikan tersebut antara lain sejalan dengan peningkatan investasi pada entitas asosiasi menjadi US$ 130,12 juta dari US$ 7,54 juta pada akhir tahun lalu, atau naik sekitar 1.626,7%.
Total liabilitas RATU juga meningkat 702,5% menjadi US$ 155,79 juta dari US$ 19,42 juta pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas perusahaan naik 44,1% menjadi US$ 81,58 juta dari US$ 56,60 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













