kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.145   -2,00   -0,01%
  • IDX 5.379   6,17   0,11%
  • KOMPAS100 699   3,07   0,44%
  • LQ45 543   1,03   0,19%
  • ISSI 184   0,44   0,24%
  • IDX30 304   0,19   0,06%
  • IDXHIDIV20 402   0,76   0,19%
  • IDX80 81   0,36   0,45%
  • IDXV30 113   1,12   1,01%
  • IDXQ30 102   0,09   0,09%

IHSG Rebound 0,67% ke 5.409 Awal Perdagangan Selasa (27/10), Ikuti Jejak Bursa Asia


Selasa, 27 Oktober 2026 / 09:32 WIB
Diperbarui Selasa, 27 Oktober 2026 / 09:35 WIB
IHSG Rebound 0,67% ke 5.409 Awal Perdagangan Selasa (27/10), Ikuti Jejak Bursa Asia
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY/RATES (REUTERS/Willy Kurniawan)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan Selasa (27/10/2026), mengikuti reli bursa saham Asia di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.

Sentimen pasar turut ditopang rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Anthropic.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 18.137 Per Dolar AS Hari Ini (27/10), Asia Mixed

Mengutip data RTI pukul 09.15 WIB, IHSG naik 0,67% atau 36,239 poin ke level 5.409,333. Sebanyak 422 saham menguat, 147 saham melemah, dan 169 saham bergerak stagnan.

Total volume perdagangan mencapai 3,2 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,2 triliun.

Penguatan IHSG didukung seluruh 11 indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX-Industry sebesar 2,33%, IDX-Cyclic sebesar 1,71%, dan IDX-Basic sebesar 1,63%.

Di jajaran saham unggulan LQ45, PT Astra International Tbk (ASII) memimpin penguatan dengan kenaikan 4,17% ke Rp 4.750 per saham. Disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang naik 3,39% ke Rp 366 per saham dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menguat 3,32% ke Rp 498 per saham.

Sementara itu, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melemah 1,29% ke Rp 153 per saham. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 0,89% ke Rp 2.230 per saham, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,51% ke Rp 3.890 per saham.

Baca Juga: Bursa Asia Melonjak, IPO Anthropic dan Laporan Keuangan Big Tech Dongkrak Sentimen

Bursa Asia Menguat, IPO Anthropic Jadi Sorotan

Bursa saham Asia menguat tajam pada perdagangan Selasa (27/10), didorong meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko setelah Anthropic mengungkapkan rencana IPO di Amerika Serikat (AS).

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) di balik chatbot Claude tersebut mengungkapkan pertumbuhan pendapatan yang pesat sekaligus kerugian besar dalam dokumen pengajuan IPO.

Kondisi ini menjadi perhatian investor yang tengah mencermati potensi keuntungan dari investasi AI bernilai besar dan kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

Sentimen pasar juga ditopang rencana Meta Platforms menghimpun dana hingga US$ 95 miliar melalui aksi penggalangan modal ekuitas terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut.

Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 4% pada awal perdagangan. Indeks Nikkei Jepang menguat 1,9%, sedangkan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 1,2%.

Penguatan bursa regional berlangsung menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar dan keputusan suku bunga bank sentral utama dunia.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (27/10): Naik Rp 10.000 Jadi Rp 2.550.000 Per Gram

Tiga Katalis IHSG Pekan Ini

Mengutip Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (27/10/2026), terdapat tiga katalis utama yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini.

Pertama, rilis laporan keuangan emiten kuartal III-2026. Kinerja keuangan berpotensi memicu pergerakan sektoral sekaligus mendorong investor lebih selektif dalam memilih saham berdasarkan fundamental perusahaan.

Kedua, kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan transparansi indeks di tengah konsultasi dengan penyedia indeks global MSCI terkait status pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Kembali Caplok Tambang Mineral di Australia, Simak Rekomendasi BUMI

Ketiga, keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 29 Oktober 2026. Berdasarkan kalender ekonomi yang dipantau, konsensus memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00%.

Keputusan dan pernyataan The Fed akan menjadi perhatian investor dalam memperkirakan arah kebijakan moneter berikutnya. Perubahan ekspektasi suku bunga AS dapat memengaruhi arus modal global dan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×