kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Laba Bersih Merdeka Battery (MBMA) Melonjak 830% Jadi US$ 54 Juta di Semester I 2026


Sabtu, 26 September 2026 / 13:23 WIB
Laba Bersih Merdeka Battery (MBMA) Melonjak 830% Jadi US$ 54 Juta di Semester I 2026
ILUSTRASI. Merdeka Battery Materials (MBMA) mencatat kinerja moncer dengan laba bersih melonjak jadi US$54 juta dan pendapatan meningkat jadi US$ 1,05 miliar (DOK/Merdeka Battery Materials (MBMA) )


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026. Peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel serta penguatan kinerja pengolahan mendorong laba bersih Perseroan tumbuh signifikan.

Pada semester I 2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau NPATMI MBMA mencapai US$ 54 juta. Angka tersebut melonjak sekitar 830% secara tahunan dari US$ 6 juta pada semester I 2025.

Pendapatan MBMA juga meningkat 67% secara tahunan menjadi US$ 1,05 miliar pada periode Januari-Juni 2026. Sementara itu, EBITDA tercatat US$ 311 juta atau melonjak 306% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kinerja Emas & Nikel Menguat, Merdeka Copper (MDKA) Kembali Cetak Laba US$ 102 Juta

Pertumbuhan profitabilitas tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya kontribusi bisnis bijih nikel, Nickel Pig Iron (NPI), dan High-Grade Nickel Matte (HGNM). Kinerja tersebut didukung peningkatan volume penjualan serta penerapan formula baru Harga Patokan Mineral (HPM) untuk bijih nikel.

Selain itu, penjualan asam dari operasi Acid, Iron, Metal (AIM) PT Merdeka Tsingshan Indonesia turut memberikan tambahan pendapatan bagi MBMA.

Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk Teddy Oetomo mengatakan peningkatan volume penambangan dan kinerja pengolahan menjadi faktor penting dalam perbaikan kinerja Perseroan.

“Kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan eksekusi di seluruh operasi nikel terintegrasi MBMA. Peningkatan volume penambangan dan kinerja pengolahan yang lebih baik telah mendorong peningkatan laba secara signifikan. Kami akan menjaga momentum ini melalui disiplin operasional, peningkatan efisiensi secara berkelanjutan, serta eksekusi proyek-proyek pertumbuhan untuk semakin memperkuat posisi MBMA dalam rantai nilai nikel dan material baterai,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).

Dari sisi operasional, produksi bijih nikel MBMA mencapai 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) pada semester I 2026. Jumlah tersebut meningkat 121% dari 6,9 juta wmt pada semester I 2025.

Penjualan bijih nikel juga meningkat 60% menjadi 12,4 juta wmt. Penjualan tersebut terdiri atas 8,2 juta wmt limonit dan 4,2 juta wmt saprolit.

Kenaikan produksi bijih nikel didukung oleh peningkatan utilisasi peralatan, efisiensi pengangkutan, serta produktivitas yang lebih tinggi dari area tambang utama.

 

Di lini pengolahan, produksi dan penjualan NPI meningkat 20% secara tahunan. Peningkatan tersebut terjadi setelah kegiatan pemeliharaan pada 2025 selesai, sehingga mendukung operasi tungku yang lebih stabil.

Sementara itu, produksi HGNM meningkat lebih dari dua kali lipat. Pertumbuhan volume produksi tersebut turut mendorong peningkatan penjualan produk HGNM sepanjang semester I 2026.

Kinerja operasional tersebut juga menjadi basis bagi pengembangan bisnis material baterai MBMA. PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi atau ramp-up Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) setelah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan dan melakukan transisi ke area penyimpanan tailing yang baru.

Di sisi lain, PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) masih melanjutkan tahap commissioning. Tahapan tersebut mencakup energization, pengangkutan bijih, hingga uji coba awal pengumpanan bijih.

Produksi SLNC diperkirakan dimulai pada semester II 2026 dan kemudian ditingkatkan secara bertahap menuju operasi penuh pada akhir tahun.

Dengan peningkatan volume penambangan, penguatan kinerja pengolahan, serta berlanjutnya ramp-up operasi HPAL, MBMA memasuki semester II 2026 dengan sumber pendapatan yang semakin beragam.

Kontribusi produk antara material baterai diharapkan melengkapi bisnis pertambangan dan pengolahan nikel yang telah berjalan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi terintegrasi Perseroan di rantai nilai nikel dan material baterai.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Freeport Perkuat Pasokan, Ini Rekomendasi Saham Hartadinata (HRTA)

Meski demikian, MBMA masih mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja operasional hingga akhir tahun. Salah satunya adalah pergerakan harga dan konsumsi bahan bakar yang dapat berdampak terhadap struktur biaya.

Perseroan menyatakan akan mempertahankan disiplin biaya dan efisiensi operasional sekaligus menjaga panduan kinerja sepanjang 2026. Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga daya saing biaya serta konsistensi eksekusi pada bisnis pertambangan dan pengolahan nikel hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×