kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Gojek Tokopedia (GOTO) Naikkan Target EBITDA 2026 Hingga Rp 3,7 Triliun


Kamis, 29 Oktober 2026 / 17:59 WIB
Gojek Tokopedia (GOTO) Naikkan Target EBITDA 2026 Hingga Rp 3,7 Triliun
ILUSTRASI. Ojek Online Mengangkut Penumpang (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengerek target Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang disesuaikan alias adjusted EBITDA Grup menjadi Rp 3,5 triliun–Rp 3,7 triliun untuk tahun buku 2026.

Ini naik dari target sebelumnya di Rp 3,2 triliun–Rp 3,4 triliun. 

Dalam laporannya, GOTO tercatat membukukan adjusted EBITDA sebesar Rp 950 miliar pada kuartal III-2026. Secara akumulasi dari Januari–September 2026, adjusted EBITDA GOTO mencapai Rp 2,86 triliun. 

Selain mengerek target adjusted EBITDA grup, emiten teknologi ini juga menaikkan target adjusted untuk segmen financial technology (fintech) menjadi Rp 1,9 triliun–Rp 2 triliun dari target sebelumnya di Rp 1,7 triliun–Rp 1,8 triliun.

Baca Juga: GoTo Pertahankan Target EBITDA Meski Komisi Ojol Turun

Sementara, GOTO memperluas rentang adjusted EBITDA untuk segmen on demand services (ODS) menjadi Rp 1,4 triliun–Rp 1,6 triliun di 2026. Sebelumnya, GOTO memasang target untuk segmen ini di kisaran Rp 1,4 triliun–Rp 1,5 triliun. 

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo bilang target ini didasarkan pada estimasi awal GOTO dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini dan tetap dipengaruhi oleh berbagai risiko, termasuk persaingan, kenaikan biaya, ketidakpastian makroekonomi. 

“Penyesuaian ini mencerminkan kinerja yang tetap kuat, sekaligus untuk mengakomodasi potensi regulasi ke depan terkait komisi 8%,” jelasnya, Kamis (29/10). 

 

Menilik laporan keuangan per 30 September 2026, laba diatribusikan kepada entitas induk GOTO mencapai Rp 1,16 triliun. Ini berbalik dari rugi bersih sebesar Rp 775,55 miliar pada periode yang sama di 2025.

Kondisi ditopang kenaikan top line. Di mana, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp 16,54 triliun di periode Januari–September 2026. Ini tumbuh 24,47% secara tahunan (YoY) dari Rp 13,29 triliun. 

Baca Juga: Terungkap! Pemerintah Beli Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Ada Apa Sebenarnya?

Hans menjelaskan hasil tersebut dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Dia bilang ini kuartal penuh pertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan.

“Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×