Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Perseroan terus memperkuat layanan unggulan seperti onkologi, kardiologi, neurologi, dan ortopedi, serta mengadopsi teknologi seperti robotic surgery dan kecerdasan buatan (AI).
“Dengan layanan yang lebih kompleks, perusahaan bisa meningkatkan pendapatan per pasien sekaligus menjaga margin tetap tinggi,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu dicermati, seperti kenaikan biaya tenaga medis dan obat-obatan, biaya awal operasional rumah sakit baru, perubahan bauran pasien, hingga kebijakan tarif BPJS.
“Jadi memang pertumbuhan pendapatan perlu diimbangi dengan disiplin biaya supaya margin yang sudah membaik bisa tetap terjaga,” tambahnya.
Baca Juga: Cek 6 Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Perdagangan Rabu (5/8)
Dari sisi teknikal, Ester melihat saham SILO tengah berada dalam fase bullish reversal setelah rebound dari area support Rp2.000-Rp2.100 dan kembali bergerak di atas EMA50.
“Sekarang harga di kisaran Rp2.340 itu lagi menguji resistance Rp2.400–Rp2.450. Ini area penting untuk menentukan arah berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, indikator teknikal menunjukkan momentum yang masih positif, tercermin dari MACD yang sudah bullish serta RSI di level 64, meskipun indikator stochastic mulai memasuki area overbought.
“Kalau bisa breakout di atas Rp2.450 dengan volume yang kuat, peluang lanjut ke Rp2.500 masih terbuka. Tapi kalau gagal, ada potensi pullback ke Rp2.250–Rp2.300 per saham,” katanya.
Baca Juga: Kinerja Siloam (SILO) Semester I-2026 Tumbuh Solid, Ditopang Efisiensi Operasional
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Ester merekomendasikan investor untuk bersikap selektif.
“Strateginya lebih ke wait and see atau buy on breakout di atas Rp2.450, dengan cut loss di bawah Rp2.250 per saham,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
