Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (22/9/2026).
Dua di antaranya adalah pengembang kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan pengelola jaringan rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
Hasil RUPSLB DMAS memutuskan perubahan susunan Dewan Direksi. Perseroan menyetujui pengunduran diri Atsushi Uehara dan mengangkat Shinji Yoneda sebagai Wakil Presiden Direktur yang baru.
Sementara itu, RUPSLB SILO menyetujui agenda aksi korporasi bernilai material. Pemegang saham merestui rencana akuisisi saham perusahaan pemilik portofolio aset rumah sakit dan penunjangnya senilai Rp 6,91 triliun.
Baca Juga: Jelang Aksi Beli Haji Isam, Direktur Bayan (BYAN) Lepas Saham di Harga Rp 13.352
Selain itu, SILO memperoleh persetujuan penjaminan aset melebihi 50% dari ekuitas perseroan terkait penarikan fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp 14,5 triliun untuk mendanai rencana transaksi tersebut.
Di pasar saham, pergerakan kedua emiten menunjukkan arah berbeda saat RUPSLB berlangsung.
Saham DMAS ditutup melemah 3,70% ke level Rp 182 per saham. Sepanjang perdagangan, DMAS bergerak dari harga pembukaan Rp 189 hingga menyentuh harga terendah harian di Rp 182.
Sebaliknya, saham SILO ditutup menguat 0,97% atau naik 20 poin ke posisi Rp 2.080 per saham. Saham SILO sempat menyentuh level tertinggi di Rp 2.090 setelah dibuka pada level Rp 2.070.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, dampak RUPSLB DMAS terhadap fundamental perseroan relatif terbatas karena menitikberatkan pada perombakan direksi.
Pendorong utama kinerja DMAS hingga akhir tahun tetap bertumpu pada permintaan lahan industri, khususnya dari sektor data center yang menyumbang sekitar 75% dari total permintaan lahan.
"Hingga semester I-2026, marketing sales DMAS mencapai Rp 1,15 triliun atau 55% dari target tahunan Rp 2,08 triliun, sementara kinerja laba bersih naik signifikan menjadi sekitar Rp 1,19 triliun," ujar Nafan kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).
Di sisi lain, Nafan menyebut RUPSLB SILO membawa katalis yang lebih transformatif seiring dengan rencana akuisisi portofolio 14 rumah sakit dari First REIT.
"Jika transaksi tersebut disetujui dan eksekusinya berjalan sesuai rencana, SILO berpotensi memperbesar basis aset serta meningkatkan integrasi operasional rumah sakit. Namun, investor perlu mencermati struktur pendanaan, kenaikan leverage, serta ROIC pasca akuisisi," kata Nafan.
Untuk itu, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi merekomendasikan buy untuk saham DMAS dengan target harga Rp 260 per saham.
Analis MNC Sekuritas M. Rudy Setiawan merekomendasikan buy untuk saham SILO dengan target harga Rp 2.750 per saham.
Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 87.000, Arus Dana Institusional Jadi Penopang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














