kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Kinerja Emiten Unggas Berpotensi Pulih pada Semester II-2026, Didukung Program MBG


Kamis, 13 Agustus 2026 / 17:35 WIB
Kinerja Emiten Unggas Berpotensi Pulih pada Semester II-2026, Didukung Program MBG
ILUSTRASI. Prospek emiten unggas berpotensi membaik pada paruh kedua 2026 seiring pemulihan harga day old chick (DOC) dan broiler.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten unggas berpotensi membaik pada paruh kedua 2026 seiring pemulihan harga day old chick (DOC) dan broiler setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan.

Pemulihan harga tersebut mulai terlihat pada Juli 2026. Mirae Asset Sekuritas mencatat harga rata-rata DOC mencapai Rp 5.286 per ekor, melonjak 51,5% secara bulanan, sedangkan harga broiler naik 11,4% menjadi Rp 18.661 per kilogram.

Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Andreas Saragih menyebut kenaikan harga DOC berkaitan dengan pemulihan harga broiler, komitmen stabilisasi industri, serta berlanjutnya program MBG. Kondisi tersebut turut menjaga permintaan unggas tetap kuat.

“Rata-rata harga DOC pada tujuh bulan pertama 2026 mencapai Rp 5.809 per ekor, naik 18,1% secara tahunan, sedangkan harga broiler mencapai Rp 20.124 per kilogram, meningkat 12,8% secara tahunan,” tulisnya dalam riset yang dirilis, Selasa (11/8/2026). 

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas pada Jumat (14/8), Ini Proyeksinya

Menurut Andreas, rata-rata harga DOC dan broiler selama tujuh bulan 2026 sudah berada di atas rata-rata 2025. Namun, pemulihan tersebut datang bersamaan dengan harga jagung yang masih tinggi, naik 38,8% secara tahunan.

“Kami mempertahankan peringkat overweight untuk sektor unggas karena pemulihan harga DOC dan broiler berlanjut setelah program MBG kembali berjalan, meski terdapat risiko harga jual dan biaya input,” katanya. 

Dari sisi kinerja, pemulihan harga tersebut mulai tercermin pada Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). KB Valbury Sekuritas mencatat pendapatan CPIN pada semester I 2026 tumbuh 19,2% menjadi Rp 39,42 triliun.

Laba bersih CPIN bahkan melonjak 95,1% menjadi Rp 3,71 triliun pada semester I 2026. Kinerja tersebut ditopang membaiknya harga DOC dan broiler, pengelolaan biaya, serta keuntungan selisih kurs satu kali.

Equity Research Analyst KB Valbury Sekuritas Andre Suntono memperkirakan permintaan ayam mulai pulih pada kuartal III 2026 dan menguat pada kuartal IV. Prospek tersebut ditopang kelanjutan MBG serta momentum perayaan musiman.

“Permintaan ayam, baik DOC maupun broiler diperkirakan akan mulai pulih pada kuartal ketiga 2026 dan menguat pada kuartal keempat, didukung kelanjutan MBG dan perayaan musiman,” ucapnya. 

Baca Juga: Token Emas Kripto Semakin Diminati, GoIDR Targetkan Volume Transaksi Hingga US$1 Juta

Di sisi lain, Equity Research Analyst Indo Premier Sekuritas Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan mencermati penurunan laba bersih CPIN hingga turun 56,1% secara kuartalan menjadi Rp 1,13 triliun telah tercermin pada pergerakan harga sahamnya. 

Pada akhir perdagangan Kamis (13/8), CPIN parkir di level Rp 3.070 per saham atau melemah 2,54% dibanding hari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, saham CPIN sudah turun 1,60%.

“Laba CPIN diperkirakan mulai pulih pada paruh kedua 2026 seiring pemulihan harga broiler dan DOC setelah program MBG kembali berjalan, sehingga kami mempertahankan rekomendasi beli,” ucapnya. 

Untuk pilihan saham, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan overweight pada sektor unggas dengan CPIN rekomendasi trading buy dan JPFA sebagai pilihan utama. Target harga masing-masing Rp 3.550 dan Rp 3.750 per saham.

Kemudian, KB Valbury sekuritas juga mempertahankan rekomendasi buy untuk CPIN dengan target harga Rp 5.250 per saham. Sementara Indo Premier Sekuritas mempertahankan beli CPIN dengan target Rp 5.900 per saham. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×