kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas pada Jumat (14/8), Ini Proyeksinya


Kamis, 13 Agustus 2026 / 17:33 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas pada Jumat (14/8), Ini Proyeksinya
ILUSTRASI. IHSG Jatuh Ke Zona Merah-Suasana di BEI, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 72,08 poin atau 1,13% ke level 6.301,77 pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Pelemahan terjadi di tengah tekanan jual setelah pengumuman MSCI August Index Review, meski nilai tukar Rupiah justru ditutup menguat 0,03% ke level Rp17.870 per dolar AS.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, tekanan jual pada IHSG sejalan dengan analisis teknikalnya. Pelemahan juga terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil August Index Review.

“IHSG ditutup terkoreksi 1,13% disertai dengan munculnya tekanan jual,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Token Emas Kripto Semakin Diminati, GoIDR Targetkan Volume Transaksi Hingga US$1 Juta

Menurut Herditya, meskipun kebijakan pembekuan atau freeze masih dipertahankan, terdapat sejumlah emiten dalam konstituen MSCI yang terdepak. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu aliran dana keluar atau outflow ketika perubahan konstituen mulai efektif.

“Pergerakan IHSG terkoreksi pasca rilis pengumuman MSCI yang meskipun masih dalam status pembekuan namun beberapa emiten dalam konstituennya terdepak, yang dikhawatirkan akan adanya outflow pada IHSG saat masa efektif nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai pelemahan IHSG turut dipengaruhi oleh sentimen MSCI, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027 pada Jumat (14/8/2026), serta aksi profit taking.

“Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, serta aksi profit taking,” ujarnya.

Di sisi lain, pergerakan Rupiah justru menunjukkan penguatan. Alrich mengatakan, penguatan Rupiah antara lain didorong oleh aksi beli di pasar obligasi domestik yang tercermin dari penurunan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada sejumlah tenor.

Yield SUN tenor satu tahun turun 2,9 basis poin (bps) menjadi 6,87%. Sementara itu, yield SUN tenor dua tahun, tiga tahun dan lima tahun masing-masing turun 4,5 bps, 4,7 bps dan 3,9 bps.

“Data inflasi AS yang melandai dan koreksi harga minyak mentah juga menjadi faktor positif bagi Rupiah,” katanya.

Dari sisi teknikal, Alrich melihat IHSG masih bertahan di atas moving average (MA) 20. Namun, penyempitan histogram positif MACD masih berlanjut dan berpotensi membentuk death cross.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat (14/8),” jelas Alrich.

Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pelemahan IHSG pasca pengumuman MSCI lebih tepat dilihat sebagai bentuk kekecewaan pasar terhadap hasil review tersebut.

“Penurunan IHSG lebih tepat dibaca sebagai kekecewaan pasar karena MSCI masih mempertahankan freeze, bukan karena Indonesia kehilangan status Emerging Market,” kata Nafan.

Untuk perdagangan Jumat (14/8/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan level support 6.281 dan resistance 6.313.

“Untuk Jumat, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.281 dan resist 6.313,” ujarnya.

Menurut Herditya, investor akan mencermati rilis data producer price index (PPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Kamis malam waktu setempat.

Sementara itu, Nafan memperkirakan IHSG memiliki support di level 6.242 dan 6.191, sementara resistance berada pada level 6.363 dan 6.406.

Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

INDF memiliki kisaran target harga Rp7.500-Rp7.600 per saham, ULTJ di kisaran Rp1.545-Rp1.570 per saham, sedangkan RAJA memiliki target harga Rp925-Rp1.035 per saham.

Baca Juga: IHSG Ditutup Turun 1,13% ke 6.301 pada Kamis (13/8), MBMA, ESSA, INCO Top Losers LQ45

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×