kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.948   4,00   0,02%
  • IDX 5.893   -106,47   -1,77%
  • KOMPAS100 765   -12,96   -1,67%
  • LQ45 583   -5,09   -0,87%
  • ISSI 203   -5,06   -2,43%
  • IDX30 331   -2,48   -0,74%
  • IDXHIDIV20 406   -2,52   -0,62%
  • IDX80 87   -1,28   -1,46%
  • IDXV30 110   -1,09   -0,98%
  • IDXQ30 106   -0,72   -0,68%

Perluas Segmen Usaha, Lorena (LRNA) Akan Luncurkan Layanan Kargo di Semester II-2026


Jumat, 26 Juni 2026 / 13:01 WIB
Perluas Segmen Usaha, Lorena (LRNA) Akan Luncurkan Layanan Kargo di Semester II-2026
ILUSTRASI. PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) akan memperluas segmen usaha dengan meluncurkan layanan kargo pada semester II 2026. (KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) akan memperluas segmen usaha  dengan meluncurkan layanan kargo pada semester II 2026. Langkah diversifikasi ini ditempuh untuk memperkuat fundamental operasional sekaligus membuka sumber pendapatan baru di tengah ketatnya persaingan industri transportasi darat. 

Direktur Pelaksana PT Eka Sari Lorena Transport Tbk Dwi Rianta Soerbakti, mengatakan layanan kargo akan dijalankan dengan sinergi bersama ESL Express yang merupakan sister company dari perseroan. 

"Kami berencana meluncurkan layanan kargo berkolaborasi dengan ESL Express pada semester II 2026," kata Dwi dalam Paparan Publik, Jumat (26/6/2026). 

Baca Juga: Tuntaskan Dual Listing, Merdeka Gold (EMAS) Resmi Tercatat di Bursa Saham Hong Kong

Selain mengembangkan bisnis kargo, perusahaan juga memperkuat divisi rental guna memperoleh pendapatan tetap (fixed income). LRNA juga akan mulai melakukan peremajaan armada secara bertahap pada semester kedua tahun ini. 

Di sisi pemasaran, LRNA terus memperkuat digital marketing dan layanan e-ticketing, termasuk penjualan tiket melalui platform online seperti Traveloka, RedBus, Alfamart, dan Indomaret. 

"Pangsa pasar AKAP akan semakin nyaman dengan penggunaan teknologi untuk membeli tiket," ucapnya. 

Untuk meningkatkan efisiensi operasional, LRNA juga mengembangkan sistem teknologi informasi yang mencakup proses front end dan back end. Perusahaan berupaya memperketat pengawasan terhadap penerimaan dan pengeluaran serta melakukan efisiensi di berbagai lini usaha. 

"Efisiensi ini untuk meringankan beban perusahaan, termasuk pengurangan jumlah karyawan," ujarnya. 

Baca Juga: Emiten CPO Grup Salim Tebar Dividen, Cek Nilai dan Jadwalnya

Dwi juga mengakui industri bus antarkota antarprovinsi (AKAP) masih menghadapi sejumlah tantangan. Meski sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78% pada 2025, pertumbuhan bus penumpang tidak mengikuti tren positif tersebut. 

Menurutnya, moda transportasi bus menghadapi persaingan ketat dari kereta api dan pesawat, terutama di jalur-jalur padat di Pulau Jawa. Selain itu, semakin banyak masyarakat yang memilih kendaraan pribadi maupun layanan travel seiring tersedianya jaringan jalan tol. 

"Pertumbuhan bus penumpang tidak secerah itu. Kita kalah dengan kereta api dan pesawat di rute gemuk Jawa. Orang juga beralih ke travel dan mobil pribadi lewat tol," ucapnya. 

Tantangan lainnya adalah meningkatnya jumlah perusahaan otobus di Jawa dan Sumatra yang memicu persaingan semakin ketat. Di saat bersamaan, biaya operasional terus meningkat akibat kenaikan harga suku cadang yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar dolar AS.  "Tarif tidak bisa naik sembarangan karena persaingan yang ketat," imbuhnya. 

Baca Juga: Harga Bitcoin Terkoreksi 4,28% ke Level US$ 59.800, Tertekan Data Inflasi

Perseroan juga menghadapi persoalan regenerasi sumber daya manusia. Banyak supir dan awak bus yang memasuki masa pensiun, sementara minat generasi muda untuk menjadi pengemudi bus AKAP dinilai masih rendah

 "Kru yang berumur berangsur-angsur pensiun, sementara anak muda tidak mau menjadi sopir AKAP karena pekerjaannya melelahkan, jauh dari keluarga, dan sistem penghasilannya berbasis premi," keluhnya.

LRNA siap menempuh langkah kebijakan maupun rencana yang harus direalisasikan pada 2026 ini.  

Sayangnya Dwi tidak merinci target pendapatan dan laba yang diincar untuk tahun ini. Yang jelas, Dwi bilang bahwa pihaknya akan menjalankan kebijakan efisiensi yang berlapis, mulai dari evaluasi rute dan jadwal untuk memastikan setiap trip memenuhi ambang kelayakan operasi (break-even load factor), ,memperketat kontrol biaya BBM, termasuk pengawasan pemakaian BBM berbasis realisasi rute dan evaluasi penyimpangan. 

"Serta memprioritaskan program perawatan preventif untuk menekan biaya korektif dan risiko kehilangan pendapatan akibat armada tidak siap operasi,” jelas Dwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×