kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kinerja emiten-emiten ini diproyeksikan akan pulih pada semester II-2020, apa saja?


Rabu, 01 Juli 2020 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Iklim bisnis dan ekonomi pada semester kedua 2020 diperkirakan akan mulai menunjukkan perbaikan.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iklim bisnis dan ekonomi pada semester kedua 2020 diperkirakan akan mulai menunjukkan perbaikan. Analis menilai, kinerja sejumlah sektor akan membaik di sepanjang paruh kedua 2020.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, di semester kedua 2020 diperkirakan akan ada kenaikan kinerja dari emiten sektor pertambangan, utamanya yang berhubungan dengan energi. Hal ini selaras dengan pemulihan berbagai aktivitas bisnis dan ekonomi.

Kinerja emiten sektor konstruksi juga diprediksi akan membaik di semester kedua. Sebab emiten di sektor ini akan mendapatkan realisasi anggaran di kuartal ketiga dan keempat. “Selebihnya, sektor barang konsumer diperkirakan masih bertahan dan juga sektor retail yang membutuhkan waktu untuk bangkit kembali,” ujar Aria kepada Kontan.co.id, Rabu (7/1).

Baca Juga: Campina Ice Cream Industry (CAMP) menargetkan penjualan senilai Rp 945 miliar di 2020

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta juga mengamini kinerja emiten sektor energi berpotensi pulih pada semester kedua 2020. Hal ini berkaitan dengan permintaan yang mulai menunjukkan pemulihan seiring dengan pulihnya aktivitas perekonomian secara global.

Sementara itu, Aria menilai sektor perkebunan masih belum ada peningkatan. Selain itu, kinerja emiten sektor telekomunikasi juga kemungkinan tidak terlalu bertumbuh.

Dus, Aria merekomendasikan investor untuk melirik saham-saham yang masih defensif seperti di saham barang konsumsi. Investor juga bisa mencermati saham sektor keuangan dan properti seiring dengan potensi meningkatnya pertumbuhan kinerja. “Sektor tambang yang berhubungan dengan energi juga akan terdorong,” tutup dia.

Baca Juga: Laba naik di kuartal I, simak rekomendasi saham Indocement (INTP)

Tak revisi target




TERBARU

[X]
×