kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

KIJA mulai menjual lahan industrinya di Kendal


Rabu, 05 Februari 2014 / 18:43 WIB
ILUSTRASI. Bendera Prancis terlihat saat pesepeda beraksi pada kejuaraan balap sepeda Tour de France etape 17 dari Muret menuju Saint-Lary-Soulan Col Du Portet, Prancis, Rabu (14/7/2021). REUTERS/Stephane Mahe


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mulai menggenjot pendapatannya untuk tahun ini. Caranya, emiten pengembang kawasan industri ini bakal memaksimalkan lahan industrinya di Kendal, Jawa Tengah.

Mengingatkan saja, KIJA membentuk perusahaan patungan bernama PT Kawasan Industri Kendal (KIK) untuk mengakuisisi sekitar 2.000 ha lahan untuk dijadikan kawasan industri mandiri dengan perkiraan nilai investasi Rp 1,2 triliun.

Perusahaan patungan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama perusahaan melalui PT Graha Buana Cikarang dan Sembawang Corporation yang masing-masing menguasai sekitar 51% dan 49% saham di KIK.

Muljadi Suganda, Corporate Secretary KIJA bilang, lahan 2.000 ha itu tidak akan diakuisisi secara langsung, namun melalui dua tahapan. Untuk tahap pertama, KIJA sudah mengakuisisinya seluas 800 ha. "Dan itu sudah mulai kami tawarkan ke konsumen," imbuhnya, (5/2).

Namun, dia belum bisa merinci lebih lanjut terkait penjualan ini. Tapi yang jelas, manajemen optimistis angka penjualan KIJA bisa berlipat ganda. Sebab, konsep pengembangan yang diusung menyerupai kota mandiri Jababeka City.

"Seperti kawasan sebelumnya, kami berharap kawasan ini berkontribusi positif bagi kinerja perusahaan," pungkas Muljadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×