Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto
Adapun PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan mengandalkan kontrak baru dari konsensi tol yang dimiliki perseroan saat dan proyek LRT Palembang. Saat ini perseroan telah menguasai 15 ruas jalan tol sepanjang 764,79 Kilometer (km).
Sepanjang paruh pertama tahun ini, WSKT menargetkan mengantongi kontrak baru lebih dari Rp 50 triliun. Sementara di kuartal I perseroan baru merealisasikan sekitar Rp 8 triliun atau 12% dari target tahun ini yakni Rp 66 triliun.
"Kita akan kebut penandatanganan kontrak konstruksi dari tol yang kita miliki sehingga sebelum lebaran kontrak baru sudah lebih dari Rp 50 triliun," kata Muhammad Choliq, Direktur Utama WSKT.
Tak hanya emiten BUMN, emiten swasta juga optimis bisa mengejar target kontrak anyar tahun ini. PT Acset Indonusa Tbk (ACST) dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) akan fokus mengejar proyek-proyek infrastruktur tahun ini.
ACST fokus menggarap proyek infrastruktur seiring dengan strategi grup Astra yang mulai serius menyasar sejumlah proyek infrastruktur. Baru-baru ini, Astra Grup melalui PT Astratel Nusantara bersama konsorsiumnya telah memenangkan proyek tol Serpong- Balaraja bersama konsorsium. Ini tentu menjadi peluang bagi perseroan untuk mendapatkan kontrak baru.
Hingga akhir Mei, ACST telah berhasil mengantongi kontrak baru Rp 2,4 triliun atau setara 68,5% dari target yang dipatok perseroan tahun ini
yakni Rp 3,5 triliun. Sementara NRCA baru mendapatkan Rp 1,2 triliun kontrak baru selama empat bulan pertama tahun ini atau 26% dari target Rp 4,5 triliun.













