kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga Batubara Menguat, Simak Rekomendasi Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)


Sabtu, 04 April 2026 / 16:22 WIB
Harga Batubara Menguat, Simak Rekomendasi Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)
ILUSTRASI. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) (Dok/CUAN)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berpeluang mencatatkan kinerja yang lebih baik pada 2026, didorong kenaikan harga batubara serta ekspansi bisnis yang agresif.

Pada 2025, emiten terafiliasi Prajogo Pangestu ini membukukan pendapatan sebesar US$ 1,22 miliar atau naik 51,63% secara tahunan (year on year/YoY).

Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari penjualan batubara sebesar US$ 423,44 juta.

Selain itu, segmen konstruksi dan rekayasa menyumbang US$ 358,98 juta, serta segmen penambangan sebesar US$ 354,84 juta.

Baca Juga: Trimegah Bangun Persada (NCKL) Serap Seluruh Dana IPO Senilai Rp 9,99 Triliun

Namun, di tengah lonjakan pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat 54,37% YoY menjadi US$ 1,06 miliar.

Beban keuangan bahkan melonjak 96,18% YoY menjadi US$ 96,07 juta, seiring kebutuhan pendanaan ekspansi.

Alhasil, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 134,57 juta pada 2025, turun 16,31% YoY.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, kenaikan pendapatan CUAN tidak lepas dari konsolidasi hasil akuisisi.

Namun, kinerja laba tertekan oleh tingginya biaya operasional, integrasi, serta lonjakan beban keuangan akibat ekspansi agresif.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tak Bergerak, Bertahan di Level Rp 2.857.000 per Gram, Sabtu (4/4)

 

Meski demikian, prospek CUAN dinilai masih positif. Harga batubara yang tinggi berpotensi memperlebar margin dan mendorong pertumbuhan kinerja pada 2026.

Menurut Wafi, strategi utama yang perlu dioptimalkan adalah integrasi operasional antara aset tambang dengan lini jasa kontraktor pertambangan.

“Hal ini untuk menekan cash cost dan mengoptimalkan volume produksi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia juga mengapresiasi langkah diversifikasi CUAN ke sektor mineral strategis guna mengurangi ketergantungan pada batubara termal sekaligus memperbaiki profil Environmental, Social, and Governance (ESG).

Salah satu langkah ekspansi tersebut dilakukan melalui afiliasinya, PT Petrosea Tbk, yang bersama CUAN mengajukan penawaran mengikat (binding offer) kepada Tolu Minerals Limited pada 16 Maret 2026.

Baca Juga: Kinerja Investasi Maret 2026 Tertekan Gejolak Global, Emas Terkoreksi Tajam

Nilai transaksi mencapai US$ 23,75 juta dalam bentuk surat utang konversi yang berpotensi menjadi kepemilikan saham minimal 4,99%.

Perusahaan tersebut mengoperasikan Tambang Emas Tolukuma di Papua Nugini dan memiliki portofolio eksplorasi di kawasan Cincin Emas Pasifik.

Ke depan, CUAN diperkirakan akan terus memperluas ekspansi di luar batubara. Namun, manajemen perlu menjaga rasio utang serta memastikan integrasi aset berjalan optimal agar segera menghasilkan laba.

Dari sisi rekomendasi, Wafi menyarankan trading buy saham CUAN dengan target harga Rp 1.300 per saham.

Baca Juga: Kinerja Sepanjang 2025, Begini Strategi Mitratel (MTEL) Jaga Kinerja

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan buy on weakness dengan support di Rp 995 dan resistance di Rp 1.125, serta target harga di kisaran Rp 1.220–Rp 1.315 per saham.

Pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026), harga saham CUAN turun 7,52% ke level Rp 1.045 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×