kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jurus emiten konstruksi kejar target kontrak baru


Rabu, 08 Juni 2016 / 21:05 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sejumlah emiten konstruksi baik BUMN maupun swasta optimis bisa mencapai target kontrak baru yang ditetapkan tahun ini. Masing-masing emiten mempersiapkan strategi untuk bisa mengejar target mengingat realisasi kontrak anyar hingga saat ini masih sepi.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) misalnya terus mengincar proyek-proyek luar negeri dan serta proyek dalam negeri untuk bisa meraih target kontrak baru yang dipatok Rp 52,2 triliun tahun ini. "Saat ini kita tengah mengikuti beberapa tender di luar negeri di Madinah, Timur Leste dan Thailand." kata Suradi pada KONTAN baru-baru ini.

Di dalam negeri, WIKA tengah mengincar proyek-proyek infrastruktur seperti EPC (Engineering, Procurement, and Construction), jalan tol, kereta api dan lan-lain. Baru-baru ini, WIKA telah mendapatkan investasi di dua jalan tol bersama konsorsium PT Jasa Marga (JSMR) yakni ruas Balikpapan-Samarinda dan Menado Bitung.

Suradi bilang, dengan investasi tersebut perseroan lebih mudah mendapatkan kontrak baru dari pengerjaan kontruksi proyek tersebut.

Hingga akhir Mei, WIKA telah mengantongi kontrak baru Rp 8,6 triliun atau 16,4% dari target. Namun, perseroan diperkirakan akan memiliki kontrak anyar minimal Rp 12,6 triliun hingga akhir Juni ini karena telah memiliki kontrak dengan penawaran terendah Rp 4 triliun.

Suradi optimis WIKA dapat mencapai target tahun ini karena sebagian besar proyek akan diperoleh di semester II mendatang. Bahkan, proyek kontrak pengerjaan proyek kereta api cepat Jakarta Bandung (Hight Speed Railway/HSR) diperkirakan baru akan diperoleh di kuartal III. Sementara proyek ini ditaregtkan menyumbang kontrak baru Rp 17 triliun dari proyek ini.




TERBARU

[X]
×