kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jumlah saham tercatat WSKT dan MLBI bertambah


Rabu, 05 November 2014 / 21:03 WIB
ILUSTRASI. Tesla kemungkinan akan memilih dan menentukan lokasi untuk pabrik barunya pada akhir tahun ini. REUTERS/Tingshu Wang


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Jumlah saham tercatat PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Multi Bintang Indoensia Tbk (MLBI) bertambah. Hal ini buntut dari aksi korporasi yang dilakukan oleh masing-masing emiten tersebut.

Arif M Prawirawinata, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Non Group dalam pernyataan resminya, mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari PT Datindo Entrycom. Datindo merupakan Biro Administrasi Efek (BAE) WSKT. 

Laporan itu menyebutkan, telah terjadi konversi opsi management and employee stock option plan (MESOP) tahap I. Jumlah saham sebanyak 1,2 juta saham. 

"Dengan demikian, saham Waskita Karya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) seluruhnya 9,66 miliar saham," ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (5/11). 

Adapun, hak opsi MESOP tahap I yang belum dikonversi sebanyak 138,07 juta saham. Pencatatan tambahan saham WSKT ini akan dilakukan Kamis (6/11). Selanjtunya, perubahan jumlah saham MLBI yang tercatat di papan BEI terjadi lantaran aksi pemecahan nilai nominal saham (stock split). 

MLBI melakukan stocksplit saham dengan rasio 1:100. Hal ini membuat jumlah saham MLBI yang sebelumnya 21,07 juta saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham berubah. Setelah stock split, jumlah saham menjadi 2,1 miliar saham dengan nilai nominal Rp 10 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×