Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. World Gold Council (WGC) mencatat terjadinya lonjakan permintaan emas di Indonesia pada kuartal I-2026. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya minat investasi emas.
Shaokai Fan, Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks, World Gold Council, mengatakan di seluruh dunia investor ritel terpikat oleh momentum harga dan daya tarik emas sebagai aset aman (safe-haven). Ini mendorong permintaan emas batangan dan koin naik 42% secara year on year (yoy) menjadi 474 ton pada kuartal I-2026.
Permintaan di Tiongkok melonjak 67% yoy ke rekor 207 ton, jauh melampaui rekor kuartalan sebelumnya sebesar 155 ton pada kuartal II-2013.
Pasar Asia lainnya, termasuk India, Korea Selatan, dan Jepang, juga mencatat peningkatan pembelian emas batangan dan koin, yang turut berkontribusi pada pergeseran struktural yang sedang berlangsung dalam permintaan emas global. Tren ini juga didukung oleh pertumbuhan kuat di AS dan Eropa, yang masing-masing naik 14% dan 50%.
Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah ke Rp 17.502 per Dolar AS Pagi Ini, Ini Pemicunya
“Di Indonesia, permintaan emas batangan dan koin tumbuh pesat sebesar 47% secara tahunan menjadi 23,6 ton. Peningkatan ini mencerminkan tren global di mana status emas sebagai safe-haven menarik minat investor yang khawatir terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi,” jelas Shaokai dalam konferensi pers, Rabu (13/5/2026).
Shaokai menjelaskan, secara historis emas telah terbukti sebagai salah satu instrumen lindung nilai krisis (crisis hedge) paling andal bagi masyarakat Indonesia.
Selama krisis finansial Asia tahun 1997–1998, emas membantu mempertahankan daya beli masyarakat saat rupiah terdepresiasi tajam. Pola tersebut terus berulang setiap terjadi pelemahan mata uang dan pasar tertekan.
WGC mencatat pada tahun 2025 performa emas mengungguli mayoritas saham, baik saham domestik maupun global, serta obligasi dalam denominasi rupiah. Sementara pada kuartal I-2026, emas naik 14% dalam rupiah, di saat pasar saham domestik terkoreksi hingga 13%.
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (14/5/2026): Stabil di Rp 2.839.000 Per Gram
Di luar periode krisis, emas juga berperan sebagai sumber imbal hasil jangka panjang yang stabil dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 15% per tahun dalam rupiah selama 20 tahun terakhir.
“Analisis WGC menyimpulkan bahwa alokasi emas sebesar 2,5% saja dapat meningkatkan kualitas portofolio investor Indonesia dengan mengurangi risiko konsentrasi dan memperkuat diversifikasi,” terang Shaokai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













