CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Inikah saham-saham yang berpeluang mendorong window dressing?


Minggu, 08 Desember 2019 / 20:35 WIB
Inikah saham-saham yang berpeluang mendorong window dressing?
ILUSTRASI. Penumpang bus Transjkarta melintasi layar pergerakan saham di jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (27/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah memulai fase window dressing.

Reporter: Dityasa H Forddanta, Selvi Mayasari | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah memulai fase window dressing. Belakangan, semua indeks konstituen, tak terkecuali indeks Kompas100  juga kompak menguat.

IHSG sudah naik 3,5% sejak penutupan November 2019. Demikian halnya dengan indeks Kompas100 yang sudah mengakumulasi kenaikan 2,20%.

]Namun, peta tersebut masih bisa berubah. "Karena sentimen setiap tahun berbeda," ujar Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, Sabtu (7/12).

Baca Juga: Sambut window dressing, simak proyeksi IHSG untuk Senin besok (9/12)

Menurutnya, window dressing tahun ini bakal didorong oleh saham-saham perbankan seperti BBRI, BBNI dan BMRI. Pasalnya, ekonomi dalam negeri masih bisa bertahan di tengah panasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Mimi Halimin, analis Mirae Asset Sekuritas melihat prospek industri perbankan secara keseluruhan masih netral. Namun, secara spesifik, dia masih menjadikan saham BBRI sebagai salah satu jagoannya. Sebab, bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah turun.

"BBRI paling diuntungkan dengan tren penurunan suku bunga karena memiliki basis kredit mikro yang kuat," tulis Mimi dalam riset 3 Desember.

Hans menambahkan, saham-saham itu juga sudah turun dari awal tahun. Ini membuat price to earning ratio (PER) murah. BBRI misalnya. PER saham ini hanya 15,56 kali. Lebih murah dibanding PER BBCA sebesar 28,27 kali.

Baca Juga: IHSG menguat dalam sepekan, sentimen positif berasal dari faktor lokal dan global

Setali tiga uang, analis Jasa Utama Capital Chris Apriliony mengatakan, sejumlah saham, bahkan yang berkapitalisasi besar (big cap) sudah diskon. "Saham tersebut lebih mudah untuk naik saat window dressing," terang Chris.




TERBARU

Close [X]
×