kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.018   35,00   0,19%
  • IDX 6.191   -5,13   -0,08%
  • KOMPAS100 808   -2,88   -0,35%
  • LQ45 613   -2,02   -0,33%
  • ISSI 214   0,17   0,08%
  • IDX30 345   -1,22   -0,35%
  • IDXHIDIV20 426   -2,52   -0,59%
  • IDX80 92   -0,27   -0,29%
  • IDXV30 117   -0,43   -0,37%
  • IDXQ30 110   -0,69   -0,62%

Gubernur BI Mundur, Begini Proyeksi Arah Pergerakan IHSG Hari Ini (27/7)


Senin, 27 Juli 2026 / 10:13 WIB
Gubernur BI Mundur, Begini Proyeksi Arah Pergerakan IHSG Hari Ini (27/7)
ILUSTRASI. IHSG Menguat (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai akan menjadi sentimen negatif ke pergerakan IHSG hari ini, Senin (27/7/2026).

Asal tahu saja, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin (27/7/2026) mengumumkan Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt.) Gubernur BI, sementara Destry menyatakan pengunduran diri Perry dilakukan karena alasan pribadi.

Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG pada perdagangan hari ini. Pada Senin (27/7/2026), IHSG hingga pukul 09.59 WIB turun 0,13% di level 6.188,23. 

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Dampaknya ke Rupiah dan Pasar Keuangan

Alasannya bukan karena fundamental ekonomi Indonesia berubah secara tiba-tiba, melainkan karena pasar keuangan pada dasarnya tidak menyukai ketidakpastian. Terutama, ketika terjadi pergantian kepemimpinan di bank sentral yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah suku bunga, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan. 

“Sentimen tersebut muncul di tengah kondisi global yang juga masih penuh tantangan, mulai dari menjelang keputusan suku bunga The Fed (FOMC), tingginya volatilitas pasar global, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik yang membuat investor cenderung mengambil sikap wait and see,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Meski demikian, kata Hendra dampak negatif diperkirakan masih bersifat jangka pendek. 

Penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia memberikan sinyal bahwa kesinambungan kebijakan moneter tetap terjaga. 

Destry merupakan bagian dari perumus kebijakan Bank Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sehingga pasar cenderung menilai tidak akan terjadi perubahan kebijakan yang signifikan selama masa transisi. 

“Hal tersebut juga tercermin dari pergerakan rupiah yang masih relatif stabil di kisaran Rp17.953 per dolar Amerika Serikat atau melemah sekitar 0,23%, sehingga menunjukkan bahwa pasar belum bereaksi secara berlebihan terhadap kabar tersebut,” ungkapnya.

Di sisi lain, terdapat sentimen positif yang berpotensi membatasi tekanan di pasar saham. 

Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat mendekati level US$100 per barel kini terkoreksi sekitar 4,5% ke kisaran US$ 87 per barel. 

Penurunan harga minyak ini dapat meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, mengurangi tekanan terhadap kebijakan suku bunga bank sentral, serta menurunkan risiko kenaikan biaya energi bagi dunia usaha. 

Baca Juga: Ekalya Purnamasari (ELPI) Rampungkan Rights Issue, Himpun Dana Rp 739,34 Miliar

“Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, pelemahan harga minyak juga berpotensi memberikan sentimen positif terhadap inflasi domestik, neraca perdagangan, dan stabilitas nilai tukar rupiah,” paparnya.

Untuk perdagangan Senin hari ini, IHSG diperkirakan bergerak cenderung melemah dengan kisaran support di level 6.060 dan resistance di level 6.300. 

Selama IHSG masih bertahan di atas area support 6.060, tekanan yang terjadi diperkirakan masih berupa koreksi yang wajar sebagai respons atas sentimen pasar. 

Namun, apabila level tersebut ditembus disertai meningkatnya tekanan jual dan arus keluar dana asing, maka peluang pelemahan yang lebih dalam akan semakin terbuka. 

“Sebaliknya, sentimen positif dari terkoreksinya harga minyak dunia berpotensi membantu meredam tekanan jual sehingga pelemahan IHSG diperkirakan tidak akan terlalu dalam,” tuturnya

Bagi investor, posisi Gubernur Bank Indonesia merupakan salah satu jabatan yang sangat vital. Sebab, setiap keputusan terkait suku bunga acuan, kebijakan nilai tukar, pengendalian inflasi, hingga kebijakan makroprudensial akan memengaruhi pergerakan rupiah, pasar obligasi, maupun IHSG. 

Oleh karena itu, yang menjadi perhatian utama investor bukan sekadar pergantian sosok pemimpinnya, melainkan apakah kredibilitas, independensi, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia tetap terjaga. 

Selama proses transisi berlangsung dengan baik dan arah kebijakan moneter tidak berubah secara signifikan, dampak terhadap pasar diperkirakan hanya bersifat sementara. 

Baca Juga: IHSG Melemah ke 6.166,6 di Pagi Ini (27/7), Top Losers LQ45: MEDC, ESSA, ISAT

“Namun, apabila muncul ketidakpastian mengenai arah kebijakan atau independensi bank sentral, volatilitas di pasar keuangan berpotensi meningkat, terutama pada nilai tukar rupiah, obligasi pemerintah, dan saham-saham sektor perbankan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×