kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini rekomendasi Japfa (JPFA) dan Charoen Pokphand (CPIN) saat harga ayam naik


Kamis, 24 September 2020 / 06:35 WIB
Ini rekomendasi Japfa (JPFA) dan Charoen Pokphand (CPIN) saat harga ayam naik

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rata-rata harga ayam broiler kembali naik. Kenaikan harga ayam broiler dipicu kelanjutan pemusnahan (culling) kelima dan keenam di tahun ini. Di tengah kenaikan harga ayam, dua emiten poultry, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) bisa meraup berkah.

Analis Mirae Asset Sekuritas Emma A. Fauni masih bersikap netral untuk saham-saham poultry. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) tetap menjadi pilihan utama dengan rekomendasi trading buy. Adapun target harga untuk CPIN yaitu Rp 6.900. Pada perdagangan Rabu (23/9) harga CPIN ditutup di level Rp 6.100. 

Menurut Emma, CPIN masih memiliki kualitas pendapatan yang baik dibandingkan emiten sejenis. Di saat harga ayam broiler terjun dalam, CPIN juga dinilai yang paling bertahan. "Saya lihat penurunan harga ayam menjadi terbatas, jadi mungkin ke depan dalam tren kenaikan karena ada pengurangan supply yang masif, karena ada intervensi pemerintah," kata Emma kepada Kontan.co.id, Rabu (23/9). 

Sebagai pembanding, di semester I-2020 laba CPIN hanya turun menjadi Rp 1,65 triliun dari kondisi di semester I-2019 yang sebesar Rp 1,73 triliun. Sedangkan laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) anjlok dari Rp 829,3 miliar menjadi Rp 155,11 miliar. 

Baca Juga: Ini upaya Kemendag stabilkan harga barang kebutuhan pokok saat pandemi

Analis Philip Sekuritas Michael Filbery merekomendasikan beli untuk saham JPFA. Michael merekomendasikan beli JPFA dengan target harga Rp 1.250, mencerminkan target price to earning ratio (PER) sebesar 9,2 kali. Adapun pada perdagangan Rabu (23/9) harga JPFA ditutup di level Rp 1.110. Harga saat ini masih cukup terdiskon di level -0,7 standar deviasi PER dua tahun terakhir.

Hingga kuartal II-2020, JPFA kembali mencatatkan operating margin segmen pakan ternak sebesar 14%, relatif lebih tinggi dibandingkan emiten sejenis. Menurut Michael, pencapaian tersebut didukung oleh efisiensi dan kapabilitas JPFA dalam mengamankan pasokan bahan baku produksi pakan ternak dengan tersedianya kapasitas silo yang memadai. Michael memperkirakan margin di segmen pakan akan tetap stabil di kisaran 14% didukung oleh stabilnya harga jagung dan soybean meal (SBM).

Namun risiko yang perlu dicermati oleh JPFA adalah masih lemahnya daya beli masyarakat di kuartal III-2020, berlanjutnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), serta permintaan yang lebih rendah di pulau Jawa selama bulan Suro. Michael memperkirakan permintaan broiler akan kembali naik di akhir tahun dengan adanya momentum natal dan liburan akhir tahun.

Baca Juga: Harga ayam broiler naik, ini rekomendasi saham Japfa Comfeed (JPFA)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×