kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

IHSG Terkoreksi Dalam, Investasi Reksadana Saham Dinilai Menarik untuk Jangka Panjang


Senin, 02 Februari 2026 / 18:59 WIB
IHSG Terkoreksi Dalam, Investasi Reksadana Saham Dinilai Menarik untuk Jangka Panjang
ILUSTRASI. IHSG anjlok 6,94% dalam sepekan, namun koreksi ini justru membuka ruang valuasi menarik. Temukan cara investor jangka panjang bisa untung. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan pasar saham yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami volatilitas tinggi. Dalam sepekan perdagangan kemarin, IHSG anjlok hingga 6,94%.

Tekanan juga berlanjut pada perdagangan awal pekan ini, di mana IHSG sudah berada di zona merah sejak pembukaan pasar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, indeks ditutup melemah 406,87 poin atau turun 4,88% ke level 7.922,73 pada akhir perdagangan Senin (2/2/2026).

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mengatakan penurunan IHSG ke level sekitar 8.000 memang mencerminkan tekanan sentimen yang cukup kuat, baik dari faktor global seperti arus dana asing dan dinamika MSCI, maupun dari ketidakpastian eksternal.

Dalam jangka pendek, kondisi ini membuat kinerja reksa dana saham cenderung tertekan. Namun, dari perspektif jangka menengah hingga panjang, koreksi tersebut justru mulai membuka ruang valuasi yang lebih menarik.

Baca Juga: IHSG Lanjutkan Koreksi Tajam di Awal Pekan, Ini Sarana Analis untuk Investor

"Bagi investor dengan horizon panjang, reksa dana saham berpotensi diuntungkan ketika pasar mulai melakukan re-pricing dan sentimen berangsur membaik, terutama karena portofolionya terdiversifikasi dan dikelola secara aktif," kata Reza kepada Kontan, Senin (2/2/2026).

Beberapa sentimen utama yang akan memengaruhi kinerja reksa dana saham hingga akhir tahun antara lain arah kebijakan suku bunga global dan domestik, khususnya sinyal pelonggaran yang dapat menjadi katalis positif.

Selain itu, pergerakan arus dana asing dan penyesuaian indeks global seperti MSCI masih akan menjadi faktor volatilitas.

Dari sisi fundamental, kinerja keuangan emiten, terutama sektor perbankan, konsumsi, dan komoditas, akan menjadi penentu utama. Stabilitas makro domestik, nilai tukar, serta dinamika geopolitik global juga tetap perlu dicermati karena berpengaruh pada risk appetite investor.

Di tengah volatilitas pasar, investor reksa dana saham perlu mengedepankan disiplin dan kesesuaian dengan profil risiko serta horizon investasi. Strategi dollar cost averaging dapat digunakan untuk masuk secara bertahap dan mengurangi risiko timing.

"Investor juga disarankan memilih produk dengan strategi dan rekam jejak pengelolaan yang konsisten, serta tidak mengandalkan satu jenis instrumen saja. Mengombinasikan reksa dana saham dengan reksa dana pendapatan tetap dapat membantu menyeimbangkan risiko portofolio, sambil tetap menjaga eksposur terhadap potensi pemulihan pasar saham," ucapnya.

Baca Juga: Cek Instrumen Investasi Pilihan Saat IHSG Alami Tekanan

Dalam pengelolaan reksa dana saham, Henan Asset tetap mengedepankan pendekatan long bias dengan penekanan pada seleksi emiten berfundamental kuat, arus kas solid, dan valuasi yang relatif menarik.

Strategi diversifikasi lintas sektor dijaga untuk mengelola volatilitas, dengan penyesuaian bobot portofolio dilakukan secara aktif mengikuti dinamika pasar. Henan Asset juga memanfaatkan rotasi sektor secara selektif, termasuk pada sektor defensif ketika ketidakpastian meningkat.

Terkait target return, di tengah kondisi pasar yang masih menantang, pendekatan yang digunakan bersifat realistis dan terukur.

Dengan asumsi stabilitas makro terjaga dan terdapat perbaikan sentimen di semester kedua, reksa dana saham Henan Asset secara umum menargetkan potensi imbal hasil berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko sebagai prioritas utama.

Selanjutnya: IHSG Lanjutkan Koreksi Tajam di Awal Pekan, Ini Sarana Analis untuk Investor

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/2), Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×