Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (29/7/2026), di tengah tekanan dari sentimen global dan domestik. IHSG terkoreksi 0,64% atau turun 39,20 poin ke level 6.091,39.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengungkapkan bahwa sepanjang sepekan ini pasar saham Indonesia diproyeksikan akan mencatat arus dana keluar (outflow) yang cukup signifikan.
“Selama sepekan ini kami perkirakan outflow di pasar reguler sebesar Rp4,36 triliun, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor,” katanya kepada Kontan, Rabu (29/7/2026).
Ia merinci, faktor pertama adalah sikap investor yang masih menanti hasil Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting pada 29 Juli waktu setempat, di mana The Fed diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50%-3,75%.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways pada Kamis (30/7), Ini Kata Analis
Kedua, menguatnya kembali harga minyak mentah dunia, baik Brent maupun WTI, ke level US$80 per barel, dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah pasca serangan Iran terhadap militer Amerika Serikat, yang menandai berakhirnya gencatan senjata sementara.
Ketiga, lanjut Herditya, nilai tukar rupiah yang masih berada dalam tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, bahkan sempat menyentuh level Rp18.107 per dolar AS, turut menekan pergerakan IHSG.
Untuk perdagangan Kamis (30/7/2026), Herditya memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi.
Baca Juga: Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah Kamis (30/7) Jelang Pengumuman Hasil Rapat The Fed
“IHSG masih rawan melanjutkan pelemahannya dengan level support di 6.005 dan resistance di 6.134,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen utama, terutama hasil FOMC Meeting serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga komoditas dan arus modal global.
Adapun untuk strategi perdagangan, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor. ESSA dapat diperhatikan pada kisaran Rp670-Rp695, INDF di rentang Rp7.100-Rp7.300, serta MDKA pada kisaran Rp2.820-Rp3.130 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














